Sampai Pelosok Desa Bisa Belajar Bahasa Jepang Pakai Hiragana Times

Majalah bulanan sejak tahun 1986 ini adalah yang tertua, terlama dan selalu teratur terbit setiap bulan

Sampai Pelosok Desa Bisa Belajar Bahasa Jepang Pakai Hiragana Times
Richard Susilo
Majalah bulanan belajar bahasa Jepang tertua di dunia, Hiragana Times mulai Maret 2018 dalam bahasa Indonesia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Majalah bulanan untuk orang asing belajar bahasa Jepang dan mengetahui informasi terbaru mengenai Jepang, tertua di Jepang, Hiragana Times direncanakan Maret mendatang akan muncul dalam bahasa Indonesia.

"Rencananya memang akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia bulan Maret 2018 mendatang," papar Kadek Yuliasih Direktur Pandan College yang mengageni resmi Hiragana Times di Indonesia saat ini.

Majalah bulanan sejak tahun 1986 ini adalah yang tertua, terlama dan selalu teratur terbit setiap bulan untuk orang asing terutama yang mau belajar bahasa Jepang serta ingin mengetahui informasi terbaru mengenai Jepang saat ini.

Selama ini Hiragana Times terbit hanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Jepang.

"Penulisan bahasa Jepang pun apabila ada kanji akan ditulis dalam katakana di bagian atasnya sehingga semua orang bisa dengan mudah mengerti dan membaca bahasa Jepang tersebut," tambahnya.

Dengan kemudahan membaca bahasa Jepang diharapkan bahasa Jepang akan semakin memasyarakat di Indonesia nantinya, apalagi diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang bukan bahasa Inggris.

"Selama ini para pembaca Hiragana Times memang merasa kewalahan meskipun ada bahasa Inggrisnya. Tetapi nanti apabila dibuat bahasa Jepang dan bahasa Indonesia pasti semua orang bisa membaca dengan baik dan jadi bagian pembelajaran bahasa Jepang di Indonesia sangat baik dan cepat mestinya."

Dengan penggunaan bahasa Indonesia, selain bahasa Jepang, Yuli melihat kemampuan majalah ini menerobos pasar Indonesia sampai ke pelosok mana pun, sekaligus bisa membuat masyarakat Indoensia semakin banyak lagi yang belajar bahasa Jepang nantinya.

"Saat ini sangat sedikit sekolah atau kursus bahasa Jepang karena memang tidak mudah belajar bahasa Jepang. Tetapi dengan menggunakan majalah Hiragana Times ini akan semakin tersebar luas, tak perlu ke sekolah atau tak perlu ke kursus bahasa Jepang, diri sendiri di mana pun, di rumah sendiri juga bisa belajar bahasa Jepang."

Pada hakekatnya apabila penyebaran majalah Hiragana Times ke dalam bahasa Jepang, diharapkan akan semakin banyak lagi orang yang mengerti bahasa Jepang di Indonesia sehingga bisa ikut membantu bisnis Jepang yang ada di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesempatan bisnis Jepang di Indonesia nantinya.

"Hanya dengan kemampuan berbahasa Jepang, bisa bekerja di perusahaan Jepang, dan perusahaan pun bis amenghasilkan produk, perputaran ekonomi Indonesia pada akhirnya akan semakin baik di masa depan," harap Yuli lebih lanjut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help