Paus Fransiskus Menangis Saat Bertemu Warga Rohingya
Saya sempat menangis. Saya berusaha melakukannya tanpa terlihat orang. (Para pengungsi) itu juga
TRIBUNNEWS.COM, DHAKA - Bertemu dengan warga Rohingya di Bangladesh, Paus Fransiskus mengaku sempat menangis.
Dalam pertemuan umat lintas agama di Dhaka, Bangladesh, Jumat (1/12/2017), Sri Paus bertemu dengan sekelompok warga Rohingya yang selamat dari konflik.
Pertemuan dengan warga Rohingya itu dianggap sebagai simbol solidaritas Paus Fransiskus dengan warga yang menjadi komunitas minoritas di Myanmar itu.
Selain memegang tangan mereka satu persatu, Paus Fransiskus juga mendengarkan cerita kesaksian mereka soal penganiayaan yang menimpa mereka.
"Saya sempat menangis. Saya berusaha melakukannya tanpa terlihat orang. (Para pengungsi) itu juga," tutur Sri Paus, Sabtu (2/11/2017).
Paus Fransiskus mengatakan, saking berdukanya, ia sampai tergerak untuk berbicara kepada mereka, setelah sebelumnya ia beberapa kali seperti menghindar untuk menyebut "Rohingya".
Baca: KPK Sebut Belum Ada Pengembalian Uang Korupsi e-KTP dari Empat Kader Partai Ini
Menurut Sri Paus, apa yang dilakukan Bangladesh untuk menampung para pengungsi Rohingya merupakan sebuah teladan.
"Apa yang Pemerintah Bangladesh lakukan terhadap (pengungsi Rohingya) sangat luar biasa. Itu merupakan contoh dari penerimaan yang tulus," kata Paus Fransiskus lagi.
Ada 16 orang warga Rohingya yang dipertemukan dengan Sri Paus, 12 orang di antaranya adalah pria, sisanya dua orang wanita dan dua orang remaja putri.
Dalam pertemuan Jumat tersebut, setelah mendengar cerita mereka, Pemimpin Gereja Katolik Roma itu menyampaikan permintaan maaf mewakili pihak yang sudah menganiaya warga Rohingya.
"Atas nama semua pihak yang telah menganiaya Anda, yang telah membahayakan Anda, di atas semua perbedaan di dunia, saya meminta maaf," ucap Paus Fransiskus.
Sri Paus menekankan, warga Rohingya sebagai sesama manusia juga diciptakan menurut "gambaran Tuhan" dan ia berjanji akan terus membantu mereka "agar hak-hak mereka dipandang".
Paus Fransiskus tiba di Bangladesh, Kamis (30/11/2017), setelah kunjungannya ke Myanmar, dan menjadi pemimpin gereja Katolik Roma pertama yang mengunjungi Bangladesh dalam 31 tahun.
Sri Paus tidak mengunjungi secara spesifik tempat-tempat pengungsian Rohingya, komunitas yang dianggap Paus Fransiskus sebagai "saudara dan saudari"-nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/paus-fransiskus-nih2_20171129_155825.jpg)