PM Jepang Shinzo Abe: Korut Tak Bisa Lagi Diajak Dialog Harus Lewat Tekanan Masyarakat Internasional

Shinzo Abe melihat pendekatan terhadap Korea Utara (Korut) tak bisa lagi menggunakan dialog tapi harus tekanan dari masyarakat internasional.

PM Jepang Shinzo Abe: Korut Tak Bisa Lagi Diajak Dialog Harus Lewat Tekanan Masyarakat Internasional
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melihat pendekatan terhadap Korea Utara (Korut) tak bisa lagi menggunakan dialog tapi harus tekanan dari masyarakat internasional.

"Korut tak akan lakukan aksi konkrit kalau cuma lewat dialog. Jadi harus lewat tekanan masyarakat internasional," ungkap Abe dalam dialog hari minggu di TV NHK, Minggu (7/1/2018) pagi ini.

Terhadap pertemuan dan dialog yang akan dilakukan kedua Korea tanggal 9 Januari mendatang Abe menyambut baik upaya tersebut.

"Hal ini perlu untuk menekankan keberhasilan Olimpiade Pyongyang dalam waktu dekat dan kita akan evaluasi lebih lanjut dari pembicaraan tersebut nantinya," kata Abe.

Baca: Sempat Menangis Ditahan di Rutan Polda, Jennifer Dunn Menyesal Terlibat Narkoba

Pemusnahan senjata nuklir dan rudal di Korut sangatlah diharapkan Abe agar tercipta perdamaian dunia.

"Setelah penghapusan itulah baru bisa dilakukan dialog," ujar Abe.

Terhadap gaji dan situasi tenaga kerja di Jepang Abe melihat sudah semakin baik saat ini, deflasi juga sudah sampai di ujungnya dan akan diumumkan nanti.

Jaman Heisei pun sudah akan berakhir tahun 2019 dan masyarakat harus bisa menerimanya dengan baik.

Baca: Hasto Menangis: Anas Harus Mengundurkan Diri Akibat Cara-cara Politik Kejam

Sedangkan pemilu Partai Liberal (LDP) September mendatang Abe hanya menyatakan akan mendukung semua program yang ada agar sukses bagi Jepang.

Abe tidak menyatakan tegas apakah akan kembali menjadi ketua LDP atau tidak dalam pemilu LDP mendatang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help