Kapal MSDF Jepang Makin Aktif Memonitor Laut Kuning Perbatasan dengan Korea Utara

Kapal perang marinir Jepang (MSDF) semakin aktif melayari laut Jepang dan memonitor Laut Kuning untuk mengamati aktivitas Korea Utara.

Kapal MSDF Jepang Makin Aktif Memonitor Laut Kuning Perbatasan dengan Korea Utara
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kapal perang Jepang dari pasukan marinir bela diri (MSDF) berlayar di lautan Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kapal perang marinir Jepang (MSDF) semakin aktif melayari laut Jepang dan memonitor Laut Kuning untuk mengamati aktivitas Korea Utara (Korut) terkait sanksi PBB larangan ekspor impor minyak ke Negara Tirai Besi tersebut.

"Untuk mengoperasionalkan janji sanksi PBB yang diputus belum lama ini terhadap Korut, pihak MSDF semakin ketat memonitor daerah sekitar laut Korut," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (13/1/2018).

Sanksi PBB terhadap Korut adalah larangan pembangunan nuklir dan rudal, termasuk pembatasan minyak bumi dari dan ke Korut.

Pengawasan bagian-bagian Laut Kuning di sisi barat Semenanjung Korea, disamping Laut Jepang dan Laut Cina Timur, kini semakin diperketat untuk membantu implementasi dan memonitor sanksi PBB tersebut.

Baca: Al Khaththath Protes Rekomendasi Para Ulama Presidium 212 Tak Digubris Gerindra, PAN dan PKS

Sanksi pembatasan ekspor yang signifikan untuk produk minyak bumi diterapkan kepada Korut sehingga sejak Desember 2017 hingga kini monitoring dilakukan kapal-kapal perang Jepang di sana.

Hal ini bertujuan untuk mencegah produk penyulingan minyak dipasok dari kapal asing ke kapal Korea Utara di laut, dan itu umumnya dilakukan di laut lepas.

"Kegiatan ini dilakukan atas kerja sama antara Jepang dan Amerika Serikat, dan MSDF akan menanggapi dalam lingkup pengumpulan informasi seperti fotografi dan mengkonfirmasi situs yang mencurigakan tersebut segera ke pihak AS," kata sumber itu.

Baca: Tak Gubris Tuntutan FPI Cs, Facebook Tetap akan Hapus Konten yang Menyerukan Ujaran Kebencian

Hal ini sebenarnya merupakan rutinitas sehari-hari untuk memenuhi sanksi terhadap Korea Utara.

Diputuskan untuk menanggapi sanksi PBB sebagai perluasan atas peringatan dan pengawasan yang lebih ketat.

Setelah perkembangan nuklir dan rudal Korea Utara, kegiatan SDF semakin terus berkembang dan ketegangan di sekitar Jepang terutama terhadap Korut masih tetap tinggi.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help