Seorang Pemuda Jepang Kena Tipu 700.000 Yen Setelah Diiming-imingi 'Main' Bareng Sang Idola

Diiming-imingi bisa "main" dengan wanita idola baru Jepang, seorang pemuda dari Fukuoka berusia 23 tahun kena tipu 700.000 yen.

Seorang Pemuda Jepang Kena Tipu 700.000 Yen Setelah Diiming-imingi 'Main' Bareng Sang Idola
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Jalanan di Kabukicho Tokyo tempat hiburan malam 24 jam di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Diiming-imingi bisa "main" dengan wanita idola baru Jepang, seorang pemuda dari Fukuoka berusia 23 tahun kena tipu 700.000 yen.

"Polisi kemarin telah menangkap dua orang salah satunya Junichi Takahashi (35) yang menipu konsumennya sebesar 700.000 yen," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (19/1/2018).

Takahashi membantah melakukan penipuan sedangkan seorang tersangka lainnya Koji Ota (44) mengakui perbuatannya bahkan mengakui telah melakukan penipuan serupa beberapa kali.

Kasusnya terjadi Agustus 2017. Seorang pemuda dari Fukuoka jalan-jalan ke Kabukicho tempat hiburan malam 24 jam di Jepang.

Takahashi ditawari bisa "main" dengan seorang idola muda Jepang.

Lalu diantarkan cek-in ke sebuah hotel dan dimintai dulu deposito 700.000 yen barulah dipanggilkan idola tersebut.

Namun setelah lama ditunggu, pemuda 23 tahun itu baru sadar kena tipu dan langsung melaporkan kepada polisi.

Baca: Cerita Idrus Diusir dari Kantor Kementerian yang Dia Pimpin Sekarang Hanya karena Pakai Sandal Jepit

Polisi berhasil menangkapnya hari ini dan setelah mengusut ternyata penipuan juga telah dilakukan tersangka ke berbagai turis lain yang datang ke Kabukicho.

"Hati-hatilah sebagai turis kalau ke Kabukicho terutama, jangan sampai tertipu di dunia malam daerah ini, yang belakangan ini banyak kejadian serupa," demikian nasehat sumber itu.

Di belakang penipuan itu pun biasanya tak ketinggalan kalangan mafia Jepang (yakuza) yang ikut menjadi backing para penipu tersebut dan mendapat sebagian uang setorannya disebut Jonokin.

Info yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help