Media Jepang Soroti Protes Pembangunan Pembangkit Listrik Batubara di Jabar

Pembangkit listrik batu bara itu dibangun tahun 2011 dengan dukungan China dan PLN

Media Jepang Soroti Protes Pembangunan Pembangkit Listrik Batubara di Jabar
Mainichi
Sawin (50) yang protes pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara (di latar belakangnya) di Cirebon Jawa Barat 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah media besar Jepang, Mainichi Shimbun hari ini (27/2/2018) memuat berita protes warga desa Mekarsari Waled Cirebon, Sawin (50) yang tinggal hanya sekitar 150 meter dari pembangkit listrik tenaga batu bara buatan China, sangat marah dengan PL Batubara tersebut karena mengotori sekali sekitarnya.

"Entah dosa apa saya tak ingat sehingga kami diperlakukan seperti ini," tekan Sawin kepada wartawan mainichi.

Sekitarnya termasuk lahan padinya jadi rusak gara-gara pembangkit listrik tersebut, bahkan dia mengaku pernah dijemput polisi jam 1 pagi tanggal 17 Desember 2017 karena dituduh melakukan penghinaan pemasangan bendara merah putih terbalik.

Pembangkit listrik batu bara itu dibangun tahun 2011 dengan dukungan China dan PLN berencana memperluas dua pembangkitnya satu juta kilowatt ke tanah pertanian seluas 275 hektar.

Japan International Cooperation Agency (JICA) mendanai proyek tersebut dengan bunga rendah senilai 1,7 miliar yen. Namun dengan perluasan tersebut diperkirakan membutuhkan puluhan miliar yen nantinya dana yang mungkin akan dipinjam ke JICA pula, tulis koran itu lagi.

Ganti rugi jual beli tanah di sana menurut Sawin tidak dibuka dengan transparan dan kompensasi tidak dilakukan dengan baik sehingga menimbulkan unjuk rasa berulang kali serta berbagai petisi agar rencana perluasan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu-bara yang mengotori lingkungan sekitar dibatalkan.

LSM Jepang yang terkait lingkungan hidup telah meminta kepada JICA pula secara resmi agar menunda bantuannya kepada Indonesia.

Sementara pihak JICA mengomentari, "Kami sadar akan adanya berbagai protes tersebut dan kita akan sampaikan kepada pemerintah Indonesia agar mencari jalan ke luar atas masalah tersebut, terkait pula dengan pendanaan di masa depan," ungkap sumber JICA.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help