Pengusaha Emas Jepang Ini Senang Sekali Dapat Kepercayaan Rekanan Antam dari Indonesia

Penjualan emas di Jepang cukup baik karena orang Jepang suka menabung atau investasi untuk hari tua

Pengusaha Emas Jepang Ini Senang Sekali Dapat Kepercayaan Rekanan Antam dari Indonesia
Richard Susilo
Akitaka Morita CEO MKK Co.Ltd 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - PT Antam dan MKK Co.Ltd Jepang baru saja menandatangani kesepakatan penjualan emas batangan 200 kilogram per bulan selama 12 bulan mendatang di Tokyo sore ini (27/2/2018). CEO MKK sangat senang mendapat kepercayaan dari Antam untuk menjualkan Emas di Jepang.

"Kita telah sekitar tahun lalu berkenalan dan dipercaya oleh Antam untuk menjualkan emas di Jepang," papar Akitaka Morita CEO MKK Co.Ltd khusus kepada Tribunnews.com sore ini (27/2/2018).

Menurutnya, berawal dari perusahaannya menjualkan produk emas bertema HelloKitty yang ternyata sukses terjual dengan baik hingga saat ini.

Sementara CEO PT Antam Arie Prabowo Ariotedjo juga menyatakan penjualan emas motif lain seperti Batik seri-1 telah habis dan akan seger amuncul emas Batik seri-2 dalam waktud dekat ini.

"Penjualan emas di Jepang cukup baik karena orang Jepang suka menabung atau investasi untuk hari tua. Lain dengan berlian sulit sekali menjual di Jepang," tambah Morita lagi.

Dengan demikian target penjualan emas di Jepang menurutnya sudah benar, tepat sekali saat ini karena memang rakyat Jepang suka sekali akan emas.

Lalu bagaimana dengan impor dari Indonesia?

"Tidak ada masalah semua berjalan dengan baik, termasuk pajak juga lancar semua tak ada masalah," paparnya.

Kontrak pembelian emas batangan dari Antam kali ini juga diharapkan bisa berjalan baik penjualannya di Jepang karena penjualan emas adalah sebuah kepercayaan.

"Selama ini bisnis kita memang menjualkan emas dan telah berjalan selama dua tahun terakhir ini dengan baik berkat kepercayaan banyak orang."

MKK berdiri 15 Januari 2016 dengan modal dasar 50 juta yen bermarkas di Kasukabe perfektur Saitama.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved