Taksi Jepang Untuk Pengguna Kursi Roda, Tapi Sopirnya Mengeluh Makan Waktu

Bagi pengguna kursi roda, itu sebabnya ada stiker warna hijaunya, mungkin baik enak nyaman.

Taksi Jepang Untuk Pengguna Kursi Roda, Tapi Sopirnya Mengeluh Makan Waktu
Richard Susilo
Universal Design Taxi yang diperkenalkan sejak 23 Oktober 2017 dengan label hijau bulat-bulat tanda dapat dinaiki pengguna kursi roda 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM Tokyo - Universal Design Taxi (UDT) yang diperkenalkan di Jepang oleh kementerian transportasi Jepang sejak 23 Oktober 2017 ternyata berdampak plus minus bagi masyarakat Jepang.

"Bagi pengguna kursi roda, itu sebabnya ada stiker warna hijaunya, mungkin baik enak nyaman. Tapi bagi sopir taksi seperti saya mungkin agak mengesalkan karena butuh waktu dan tenaga untuk menaikkan pengguna kursi roda ke dalam mobil," papar seorang sopir taksi yang tak mau diungkap namanya khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (14/3/2018).

Boleh saya foto mobil nya? Pinta Tribunnews.com dan sang sopir memperkenankan, serta diakhiri ucapan terima kasih dari Tribunnews.com seusai memotret dan mewawancarainya.

Menurut sopir taksi tersebut, memang bagus mobil seperti ini bagi penderita cacat, pakai kursi roda. Ruangan dalam taksi pun cukup lebar mampu menampung pengguna kursi roda dan ada pegangan khusus tangan (pengguna kursi roda) selama berada di dalam mobil bagi pengguna taksi itu serta tentu saja tak lupa sabuk pengaman (seat-belt).

"Tapi selama pengalaman saya, jadi makan waktu lama memasukkan penumpang itu, serta membantunya sana sini. Jadi agak repot deh dan di belakang, pengendara taksi lain mungkin juga kesal menunggu antrian tidak maju-maju gara-gara penumpang lama dimasukkan ke mobil. Demikian pula penumpang taksi lain juga kesal menunggu supaya taksi kosong di belakangnya maju ke depan. Serba salah kita ini."

Selain itu, karena perlu upaya khusus, sopir taksi tersebut sebenarnya berharap ada uang tambahan, selain uang argometer taksi usai pemakaian.

"Saat ini tidak ada uang khusus bagi pengendara khusus tersebut. Ingin sekali sih ada tarif khusus atau uang tambahan bagi penumpang khusus seperti itu. Tentu diatur khusus pula nantinya kalau bisa dalam bentuk perundangan. Kita tak boleh minta uang begitu saja hanya karena penumpang khusus tersebut," tekannya lagi.

Selain stiker hijau untuk pengguna kursi roda, juga ada stiker untuk taksi atau bis yang tidak perlu melangkah ke atas lagi bagi penumpang, biasa disebut bebas hambatan (barrier free) dengan warna seperti hijau telor asin.

Kedua hal tersebut memang masih baru diperkenalkan sejak tahun lalu dan semua itu dimaksudkan untuk menyambut dan mempersiapkan para tamu yang akan datang dalam acara Olimpiade 2020 mendatang.

Olehkarena itu tak heran semua taksi UDT menggunakan gambar logo Olimpiade di badan kanan kirinya. Demikian pula tidak sedikit taksi yang memakai pelat nomor latar belakang putih tetapi punya desain seperti kembang api, semua bertema Olimpiade 2020.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help