Canggih Sekali Sistem Pendeteksi Kejahatan di Jepang Menjelang Olimpiade 2020

Kita melihat dari gerak gerik seseorang meskipun muka dia ditutupi masker

Canggih Sekali Sistem Pendeteksi Kejahatan di Jepang Menjelang Olimpiade 2020
Richard Susilo
Data pencurian rumah di Jepang per hari sekitar 80 kasus selama tahun 2017 (data kepolisian Jepang) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - Canggih sekali sistim keamanan untuk mendeteksi kejahatan di Jepang menjelang Olimpiade 2020 mendatang. Diduga kuat hampir 100% semua tindak kejahatan dapat terantisipasi apabila menggunakan sistim kamera CCTV AI (Artificial Intelligence) yang baru ini.

"Kita melihat dari gerak gerik seseorang meskipun muka dia ditutupi masker atau pakai kaca mata hitam sekali pun tidak jadi masalah, segera bisa diketahui niat jahatnya," papar Moriya seorang ahli keamanan Jepang khusus kepada Tribunnews.com Jumat ini (16/3/2018).

Sistim baru itu dikembangkan beberapa perusahaan Jepang antara lain oleh NEC maupun Fujitsu, dapat melihat semua gerakan seseorang sejak awal.

Begitu ada niat jahat atau gerakan mencurigakan misalnya celingak-celinguk, lain daripada kelakuan atau tindakan orang normal sekelilingnya, monitor sudah mencatat dengan tanda merah dan bisa ketangkap alat monitor lain masih dalam gerakan mencurigakan, kekuatan tanda merah sistim semakin kuat lagi dan bukan tidak mungkin pihak keamanan dikerahkan mendekati orang mencurigakan tersebut.

"Meskipun canggih luar biasa sistim mendatang pakai teknologi AI (Artificial Intelligence) ini, tetap saja monitor manusia dibutuhkan. Namun lepas dari monitor manusia, sistim akan mengeluarkan alarm otomatis di ruang monitor apabila mendeteksi gerakan mencurigakan tersebut sehingga yang tak melihat layar monitor pun jadi terjaga akan hal mencurigakan tersebut.

Sistim baru ini juga bisa dipakai untuk daerah perumahan, melihat kelakuan mencurigakan seseorang sudahg dapat segera mendeteksinya meskipun orang itu memakai kaca mata hitam atau masker muka atau helm sekali pun.

"Saat ini meningkat banyak pencurian rumah di Jepang per hari sekitar 80 kasus terjadi di Jepang selama tahun 2017," tambahnya.

Paling banyak, menurut data kepolisian Jepang, pencurian atau perampokan rumah dilakukan di perfektur Chiba sebanyak 5556 kasus selama tahun 2017. Kemudian di Tokyo sebanyak 5237 kasus per tahun dan terbanyak ketiga di Saitama sebanyak 4611 kasus.

Sekitar lima tahun lalu seorang warga Indonesia pun pernah tertangkap dan masuk penjara di Jepang karena terbukti melakukan pencurian dan atau perampokan rumah di Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help