Kantor Pos Jepang Mendirikan 100% Anak Usaha Real Estat Memperkuat Posisi Bisnis Propertinya

Bisnis pos semakin ketat di Jepang persaingan dengan perusahaan swasta yang semakin menggurita

Kantor Pos Jepang Mendirikan 100% Anak Usaha Real Estat Memperkuat Posisi Bisnis Propertinya
Richard Susilo
Pintu kaca Markas Besar Kantorpos Jepang di Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bisnis pos semakin ketat di Jepang persaingan dengan perusahaan swasta yang semakin menggurita saat ini. Alternatif bisnis lain yang ditekuni pos Jepang kini adalah memunculkan anak perusahaan real estat.

"Untuk memanfaatkan aset secara efektif seperti kantor pos di seluruh negeri untuk meningkatkan profitabilitas, kini pos Jepang membentuk anak usaha 100% nya dan nantinya akan dipegang oleh eksekutif yang ahli di bidang usaha properti," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (21/3/2018).

Nama perusahaan baru tersebut adalah "Japan Post Real Estate", dan presiden nya harus memiliki pengalaman profesional bidang real estate.

Di lingkungan bisnis keuangan Pos semakin parah karena pengaruh suku bunga rendah dalam sejarah karena pelonggaran moneter BOJ (bank sentral Jepang), di samping bisnis pos di mana pun kini terus menurun.

Selain kantor pos yang memiliki lebih dari 24.000 kantor pos di Jepang, Japan Post memiliki masalah pemanfaatan real estat yang efektif yang memiliki lebih dari 1000 rumah perusahaan dan nilai asetnya melebihi 2 triliun yen

"Kami telah mempromosikan pembangunan kembali seperti menggunakan kantor pos di depan stasiun JR Tokyo sebagai fasilitas komersial."

Baca: Indonesia U-23 Unggul 3 Gol, Hargianto-Septian Tambah Pundi Gol Indonesia

Japan Post bertujuan untuk mengakuisisi "Nomura Real Estate Holdings" tahun lalu, untuk memperkuat bisnis real estat tersebut guna meningkatkan profitabilitas,

Walaupun dibeli namun tidak bersatu ke dalam anak perusahaannya yang baru nanti.

"Setelah itu, kami juga mempertimbangkan untuk membeli perusahaan real estat lainnya. Namun kami memutuskan untuk mendirikan perusahaan baru dan memperkuat bisnis real estat kami mulai saat ini," tambahnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved