Jepang Kecewa Masalah Penculikan Warganya Tidak Disinggung Dalam Pembicaraan Kedua Korea

Iizuka adalah kakak kandung dari Yaeko Taguchi, yang diculik Korut di masa lalu.

Jepang Kecewa Masalah Penculikan Warganya Tidak Disinggung Dalam Pembicaraan Kedua Korea
NHK
Shigeo Iizuka (80) wakil kelompok warga Jepang yang diculik Korea Utara 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - PM Jepang menyambut baik pertemuan kedua Korea (Utara dan Selatan) hari ini namun juga menyayangkan tidak ada sentuhan soal penculikan warga Jepang oleh Korut dalam pembicaraan tersebut. Kritik keras bahkan muncul dari wakil keluarga warga Jepang yang diculik Korut.

"Sangat disayangkan sekali sama sekali tidak menyinggung soal penculikan warga Jepang oleh Korut. Hal ini jelas sangat mengecewakan luar biasa," papar Shigeo Iizuka (80) wakil kelompok warga Jepang yang diculik Korea Utara kepada pers Jumat ini (27/4/2018).

Iizuka adalah kakak kandung dari Yaeko Taguchi,  yang diculik Korut di masa lalu.

Memang pembicaraan kedua Korea berjalan snagat baik pernuh damai tetapi masalah besar soal penculikan warga Jepang tidak disinggung itu sangatlah mengecewakan dan berharap dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump bisa memegang janji untuk menyinggung hal tersebut ke pemimpin Korut, tambahnya.

Kaoru Matsuki kakak dari Saito Fumiyo yang juga diculik mengatakan, "Presiden Korut Kim Jung-un dengan bergandengan tangan bersama Presiden Korsel tampak baik. Semoga saja berlangsung baik ke depannya. Namun masalah penculikan mestinya jug abisa disinggung dalam pembicaraan tersebut, selain normalisasi hubungan kedua Korea, apabila normalisais hubungan ingin dibuat juga dengan Jepang."

Takeshi Matsumoto  kakak Kyoko Matsumoto yang diculik mengomentari, "Korut telah berhianat berkali-kali bicaranya tidak bisa dipegang. Jadi kita tak bisa banyak berharap dari Korut hingga kini. Olehkarena tu kita sekarang akan perhatikan sekali kepada pembicaraan antara kedua negara Mei mendatang antara Pemimpin Korut dengan Trump," tekannya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help