Satu Keluarga Pengutil Barang-barang Toko di Jepang Ditangkap Polisi

Empat anggota keluarga dari Fukuoka ditangkap polisi karena terbukti mengutil, mencuri barang-barang di sebuah toko di Kota Saga, Perfektur Saga.

Satu Keluarga Pengutil Barang-barang Toko di Jepang Ditangkap Polisi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sebuah toko di Perfektur Saga yang habis dikutil (dicuri) barang-barangnya oleh sebuah keluarga Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Empat anggota keluarga dari Fukuoka ditangkap polisi karena terbukti mengutil, mencuri barang-barang di sebuah toko di Kota Saga, Perfektur Saga Jepang.

"Ayahnya Yoichi Kaneko (46) dan putranya yang berusia 24 tahun serta dua anaknya lagi, pengangguran di Jounannku Fukuoka telah ditangkap polisi kemarin, Jumat (8/6/2018)," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (9/6/2018).

Keluarga itu diduga mencuri sekitar 52.000 yen termasuk empat bantalan tekanan dan tikar dapur di fasilitas komersial besar di Kota Saga tanggal 5 Juni lalu.

Seorang perwira polisi dengan hati-hati akhirnya menemukan dan menangkap ayah dan anak yang mengambil barang itu dan mereka mencoba melarikan diri dengan mobil keluarga.

Baca: Sang Sopir Sebut Yudi Latif Bersama 4 Anaknya Tinggalkan Rumah Menuju Sukabumi Sejak Jumat Pagi

Menurut polisi, anaknya mengakui tuduhan mengutil yang dilakukan oleh keluarganya.

Dari penggerebekan ke rumah tersangka, polisi menemukan 17 jenis barang seperti tas yang dianggap telah dicuri ditemukan dan disita dari rumah keluarga.

Polisi melihat tersangka telah menjual barang-barang yang dicuri.

Kejadian nyata ini tak lama setelah pemutaran film seruba dua bulan lalu mengenai keluarga pencuri di Jepang dan ternyata kenyataan kini ditemui polisi.

"Belum diketahui apakah keluarga yang mencuri ini mengikuti jejak dan terpengaruh film tersebut, atau mamang sudah melakukan pencurian atau mengutil sejak lama. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini lebih lanjut," ujarnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help