Perkawinan Cucu Kaisar Jepang, Puteri Mako, Terhambat Hutang Piutang Ibunda Kei Komuro

Pasangan ini pusing sekali dengan statusnya saat ini di mana keluarga Komuro berhutang sangat banyak kepada orang lain.

Perkawinan Cucu Kaisar Jepang, Puteri Mako, Terhambat Hutang Piutang Ibunda Kei Komuro
Richard Susilo
Kei Komuro (kiri) dan Puteri Mako saat jumpa pers, Minggu (3/9/2017) siang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Rencana perkawinan cucu Kaisar Jepang Puteri Mako (26) dengan calonnya Kei Komuro (26) terhambat sekali dengan soal hutang piutang keluarga dan ibunda Kei Komuro.

"Pasangan ini pusing sekali dengan statusnya saat ini di mana keluarga Komuro berhutang sangat banyak kepada orang lain. Sementara ibunda Mako pun telah beberapa kali menemui ibunda Komuro agar permasalahan hutang piutang tersebut bisa segera diselesaikan," papar sumber Tribunnews.com Kamis ini (9/8/2018).

Kei Komuro, saat ini sedang belajar hukum dan berusaha mengambil lisensi hukumnya di New York, Amerika Serikat agar bisa menjadi pengacara

Masyarakat pun sangat prihatin dengan kasus ini dan banyak yang menentang perkawinan tersebut karena belum apa-apa sudah bermasalah berat dengan hutang piutang yang jumlahnya tidak kecil puluhan juta yen.

Apabila menikah, keduanya akan menerima 100 juta yen dari pemerintah untuk menunjang kehidupan Puteri Mako karena dia harus meninggalkan Istana menjadi rakyat biasa.

Kebanyakan anggota masyarakat prihatin kalau masalah hutang piutang tak selesai maka uang pemerintah yang berarti uang pajak rakyat dipakai untuk membayari hutang piutang tersebut.

Februari 2018 mendadak rencana perkawinan diubah menjadi tahun 2020 dengan berbagai alasan antara lain karena 30 April 2019 ada pergantian tahta kekaisaran Jepang dari Kaisar Akihito (84) ke putera mahkotanya Naruhito (58).

Mako sendiri kepada pers mengakui tak mau buru-buru menikah.

“Kita akhirnya sadar bahwa selama ini ternyata kekurangan waktu untuk persiapan perkawinan untuk menyiapkan berbagai kegiatan yang ada di samping kegiatan kekaisaran yang harus dilakukan pula. Jadi selama ini tampaknya terburu-buru," papar Mako.

Meskipun masalah besar hutang piutang tersebut yang juga sangat diprihatinkan banyak anggota masyarakat Jepang, keduanya tampaknya masih terus bertukar informasi lewat ponselnya hingga kini antara Tokyo dan New York.

Apakah perkawinan tersebut akan tetap terlaksanakan di tahun 2020 atau setelah itu, masih banyak orang mempertanyakan, namun juga menyangsikan perkawinana itu bakal langgeng karena sejak awal sudah bermasalah soal uang sehingga banyak yang menyangka, "Jangan-jangan kawin karena uang si Komuro," papar sumber Tribunnews.com lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help