Minggu, 17 Mei 2026

Jepang Pasang Badan, Mau Kerahkan Pasukan jika Taiwan Diserang China

Tokyo beri sinyal tegas, siap kerahkan pasukan bila Taiwan diserang China. Sikap keras PM Takaichi langsung memicu kecaman dan ancaman dari Beijing.

Tayang:
Capture video instagram @takaichi_sanae
SANAE TAKACHI - PM Jepang, Sanae Takaichi beri sinyal tegas, siap kerahkan pasukan bila Taiwan diserang China. Sikap keras PM Takaichi langsung memicu kecaman dan ancaman dari Beijing. 

Ringkasan Berita:
  • Jepang menyatakan siap mengerahkan pasukan jika China menyerang Taiwan, dengan alasan ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan wilayah Jepang yang berada dekat zona konflik.
  • Tokyo menilai eskalasi militer China makin berbahaya dan dapat mengguncang jalur perdagangan serta memicu keterlibatan Jepang melalui aliansinya dengan Amerika Serikat.
  • China mengecam keras pernyataan Jepang, memanggil duta besar, dan memperingatkan konsekuensi serius, sementara PM Takaichi menolak menarik ucapannya.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Jepang kembali mengirim sinyal keras terkait meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan.

Dalam pernyataan terbarunya, Perdana Mentari Jepang Sanae Takaichi menegaskan negaranya siap mengirimkan pasukan militer ke Taiwan.

Namun pengiriman pasukan baru akan dilakukan jika konflik pecah dan serangan China terhadap Taiwan mengancam keamanan regional maupun wilayah Jepang sendiri.

"Ketika serangan bersenjata terhadap sekutunya menimbulkan ancaman eksistensial bagi Jepang. Dalam situasi seperti itu, pasukan bela diri Jepang dapat diaktifkan untuk merespons ancaman tersebut,” tegas Takaichi, dikutip dari BBC International.

Pernyataan tersebut disampaikan Takaichi dalam sesi parlemen pekan lalu.

Ia menegaskan eskalasi militer China terhadap Taiwan tidak hanya menjadi ancaman bagi Taipei, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan Jepang.

Adapun kekhawatiran Tokyo bukan tanpa alasan. China dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan.

Termasuk penerbangan pesawat tempur dan manuver kapal perang secara intensif.

Tokyo menilai serangan China ke Taiwan akan berdampak langsung pada wilayah Jepang, terutama Kepulauan Nansei yang berada kurang dari 110 kilometer dari Taiwan.

Jalur laut dan udara di kawasan itu menjadi rute vital energi, perdagangan, dan militer Jepang.

Jika Taiwan jatuh atau konflik besar terjadi, rute tersebut terancam lumpuh, dan risiko serangan merembet ke wilayah Jepang meningkat tajam.

Selain faktor geografis, Jepang juga terikat komitmen keamanan dengan Amerika Serikat.

Apabila AS memutuskan membantu Taiwan, Jepang secara otomatis akan terlibat karena pangkalan militer AS di Jepang dipastikan akan digunakan sebagai titik operasi.

Baca juga: Trump Kirim Senjata Rp5,51 Triliun ke Taiwan, Penjualan Militer Perdana di Era Kekuasaan Barunya

Situasi itu dengan sendirinya menempatkan Jepang sebagai pihak yang turut terdampak.

China Bereaksi

Merespons pernyataan PM Jepang, China langsung mengecam rencana tersebut dan menuduh Jepang melanggar prinsip non intervensi, “mencampuri urusan dalam negeri”.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved