Yakuza Asli Jepang 12 Tahun Dipenjara, Tapi Tidak Mau dan Tidak Terpikir Untuk Ke Luar Negeri

Seandainya jadi ke luar negeri, lalu ke mana tujuan utama atau target pertama anda ke luar negeri ?

Yakuza Asli Jepang 12 Tahun Dipenjara, Tapi Tidak Mau dan Tidak Terpikir Untuk Ke Luar Negeri
Richard Susilo
Garyo Okita (42) mantan Bos nomor dua (wakagashira) Yakuza dari Ohira gumi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang 

 TRIBUNNEWS Tokyo -  Di dalam negeri Jepang mafia Jepang (Yakuza) ini mulai populer kini karena menjadi penulis banyak buku Yakuza terkenal. Tapi belum pernah ke luar negeri selama 42 tahun usianya saat ini.

 "Tidak mau saya, tidak terpikir untuk ke luar negeri," ungkap   Garyo Okita (42) yang nama aslinya Toshiaki Sakita khusus kepada Tribunnews.com malam ini (4/10/2018).

 Okita kelahiran Amagasaki Perfektur Hyogo yang terkenal kumuh dan banyak PSK di sana, sempat menikmati penjara 12 tahun dari usia sekitar 20 tahun hingga 32 tahun.

 "Tapi sekarang Amagasaki sudah bagus layakny akota besar di Jepang lainnya," tanggapnya membela diri.

 Belum lama ini Okita diajak temannya, juga yakuza,  ke berbagai negara menarik ke luar negeri tetapi Okita menolaknya.

 "Entah mengapa saya memang tidak punya keinginan ke luar negeri. Naik pesawat tak masalah, trauma juga tidal ada, tapi rasanya aneh saja karena semua baru bagi saya kalau ke luar negeri, sama sekali tidak tahu dan tidak kenal," paparnya lagi.

 Seandainya jadi ke luar negeri, lalu ke mana tujuan utama atau target pertama anda ke luar negeri ?

 "Ya saya ingin ke New York Amerika Serikat kan ya keren banget sepertinya. Tapi tidak akan mungkinlah, karena nama saya pasti sudah masuk di komputer imigrasi Amerika Serikat dan akan ditolak masuk mungkin sesampai di sana, karena pernah masuk penjara dan pernah terlibat kasus pembunuhan," paparnya.

 Lalu bagaimana dengan Indonesia?

 "Maaf ya, letaknya saja berada di mana Indonesia terus terang saya tidak tahu. Benar ini serius," ungkapnya lagi layaknya banyak orang Jepang tidak tahu Indonesia dan lebih mengenal Pulau Bali ketimbang Indonesia.

 Meskipun demikian Okita kalau memang mau ke luar negeri tertarik juga menjelajahi berbagai negara, "Mungkin belum sekarang ya, entar kapan nanti," lanjutnya.

 Setelah mengundurkan diri sebagai pimpinan yakuza kelompok Ohiragumi, nijidantai (level kedua)  di Yamaguchigumi tahun 2014, praktis Okita hanya menulis buku saja dan ternyata cukup berhasil.

 "Saya punya bisnis juga yang lain tetapi tampaknya menulis dan menjual buku saya jadi usaha atau bisnis utama penghasilan utama hidup saya saat ini," tekannya lebih lanjut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved