Perusahaan Yakuza Di Black List Amerika, Tak Pengaruh di Jepang Operasi Biasa Saja

Benar dua perusahaan yakuza tersbeut telah di black list pihak AS namun sehari-hari ya tetap jalan seperti biasa saja itu sampai dengan hari ini

Perusahaan Yakuza Di Black List Amerika, Tak Pengaruh di Jepang Operasi Biasa Saja
Richard Susilo
Kantor Yamaki KK di Kobe perfektur Hyogo yang disebut front kigyo atau anak perusahaan Yamaguchigumi, yakuza terbesar di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dua perusahaan mafia Jepang (yakuza) masuk ke dalam daftar hitam (black list) Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) sejak 3 Oktober lalu, tapi perusahaan itu di Jepang berjalan biasa saja.

"Benar dua perusahaan yakuza tersbeut telah di black list pihak AS namun sehari-hari ya tetap jalan seperti biasa saja itu sampai dengan hari ini," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat ini (19/10/2018).

Kantor Kontrol Aset Luar Negeri Departemen Keuangan (OFAC) AS telah mendaftarhitamkan perusahaan Yamaki K.K. dan Toyo Shinyo Jitsugyo K.K. dan individu Utao Morio, Chikara Tsuda, Yasuo Takagi dan Katsuaki Mitsuyasu sesuai dengan Executive Order 13581, yang menargetkan Transnational Criminal Organizations (TCO) dan pendukung mereka.

Perusahaan tersebut berada di Shinohara Nakamachi, Nadaku Kobe, perfektur Hyogo.

"Treasury menargetkan perusahaan yang dikendalikan yakuza untuk mengekspos kepemilikan mendasar dari perusahaan yang tampaknya sah ini," kata Sigal Mandelker, Treasury Under Secretary untuk Terrorism dan Financial Intelligence dalam pernyataan persnya.

Mandelker meningkatkan tekanan pada sindikat kejahatan Jepang yang berbahaya dan pemimpin geng lokal yang mengambil keuntungan dari segala hal mulai dari eksploitasi seksual, hingga penyelundupan senjata, dan pemerasan.

Menurut departemen keuangan AS, langkah ini dimaksudkan untuk melindungi sistem keuangan AS dari pengaruh negatif TCO dan untuk mengekspos perusahaan dan individu di belakang mereka.

"Dengan mengekspos jaringan luas perusahaan-perusahaan dan individu-individu yang mendukung sindikasi Yamaguchi-gumi kami bermaksud untuk membatasi infrastruktur keuangan global dari organisasi kriminal transnasional terlarang ini," tambah Mandelker.

Morio adalah Chief Executive Officer (CEO) dari Yamaki K.K. Dia saat ini adalah eksekutif Yamaguchi-gumi. Tsuda, juga anggota tingkat atas dari geng, adalah CEO perusahaan saat ini.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved