Korea Utara Langgar Larangan UNSCR, Jepang Mengawasi Ketat Kapal-kapal Korut

Sejak Januari 2018 kapal-kapal Korea Utara (Korut) sering melanggar aturan kelautan dan keputusan United Nations Security Council Resolution.

Korea Utara Langgar Larangan UNSCR, Jepang Mengawasi Ketat Kapal-kapal Korut
Patroli Penjaga Pantai Jepang
Kapal Korea Utara (Korut) pencuri hasil laut ikan di perairan Jepang tertangkap foto patroli penjaga pantai Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejak Januari 2018 kapal-kapal Korea Utara (Korut) sering melanggar aturan kelautan dan keputusan United Nations Security Council Resolution (UNSCR).

Itulah sebabnya Jepang ikut melakukan pengawasan ketat terhadap kapal-kapal Korut.

"Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dan Penjaga Pantai Jepang sedang melakukan kegiatan pengumpulan informasi bagi kapal-kapal yang diduga melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) yang berkaitan dengan Korea Utara dari sudut pandang implementasi penuh UNSCR," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (6/11/2018) di Kementerian Luar Negeri Jepang.

Ketika kegiatan yang dicurigai pengiriman dari kapal ke kapal ditemukan, Pemerintah Jepang memberi tahu Dewan Keamanan PBB resolusi 1718 Komite Sanksi dan berbagi informasi dengan negara-negara yang relevan.

"Jepang telah mempublikasikan 10 kasus yang diduga kuat terlibat dalam transfer kapal ke kapal sejak Januari 2018," tambahnya.

Baca: Kenangan Adik Dede Anggraini Korban Lion Air PK-LQP: Dia Telepon Kakak, Katanya Nanti Tolong Aku ya

Dari akhir April selama satu bulan dan dari pertengahan September selama 1,5 bulan, Kanada, Australia dan Selandia Baru, di samping AS, telah terlibat dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan oleh pesawat udara terhadap aktivitas maritim terlarang.

Termasuk pengiriman dari kapal ke kapal dengan kapal berbendera Korea Utara yang dilarang oleh UNSCR, yang berbasis di Kadena Air Base.

"Selain itu, kapal-kapal angkatan laut seperti beberapa kapal angkatan laut AS, Angkatan Laut Kerajaan Inggris Frigate SUTHERLAND, ALBION Bendera Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Royal Canadian Navy frigate CALGARY dan Royal Australian Navy Frigate MELBOURNE telah terlibat dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan di perairan sekitarnya Jepang termasuk Laut Cina Timur," ungkap dia.

Selanjutnya, Inggris akan memberikan kontribusi lebih lanjut untuk aktivitas penegakan sanksi maritim akhir tahun ini ketika Angkatan Laut Kerajaan Inggris Frigate ARGYLL berada di wilayah tersebut.

Baca: Fahri Hamzah Ingin Belajar Dari Jepang Agar Orang Indonesia Tidak Gamang

"Jepang menganggap bahwa masyarakat internasional perlu sepenuhnya menerapkan UNSCR yang relevan sambil mempertahankan solidaritas untuk merealisasikan pembongkaran semua rudal WMD (Weapon of Mass Destruction) dan balistik Korea Utara dari semua rentang secara lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah," kata sumber itu.

Dalam hal ini, Jepang menyambut baik dan sangat menghargai upaya negara-negara mitra untuk mencapai tujuan itu.

"Jepang akan terus bekerja sama dengan semua negara mitra untuk memastikan keefektifan UNSCR yang relevan," tambahnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved