Deputi Dirjen ILO di Jepang Tekankan Kebijakan Baru Untuk Masa Depan Tenaga Kerja

Model tenaga kerja kita saat ini sudah berubah tidak lagi menekankan kepada pendidikan, skill dan masa pensiun, tetapi lebih kepada menanggapi perubah

Deputi Dirjen ILO di Jepang Tekankan Kebijakan Baru Untuk Masa Depan Tenaga Kerja
Richard Susilo
Deputi Dirjen ILO (organisasi tenaga kerja internasional) Deborah Greenfield 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Deputi Dirjen ILO (organisasi tenaga kerja internasional) Deborah Greenfieldsaat berada di Jepang saat ini (1/2/2019) menekankan kebijakan baru untuk masa depan tenaga kerja sesuai usulan laporan komisi global yang terbentuk 3 tahun lalu.

"Model tenaga kerja kita saat ini sudah berubah tidak lagi menekankan kepada pendidikan, skill dan masa pensiun, tetapi lebih kepada menanggapi perubahan kebijakan kerja yang ada diperlengkapi kerja jangka panjang serta perubahan yang cepat di lingkungan kerja yang ada," papar Deborah Jumat ini (1/2/2019).

Di dalam laporan komisi global ILO tersbeut juga menuliskan laporan penurunan pertumbuhan gaji dari 2,4% menjadi 1,8% saat ini khususnya di tahun 2016 dan 2017.

"Penurunan tersbeut sebenarnya sebagai hasil finalisasi atas ekonomi yang terjadi di dunia saat ini. Olehgkarena itu kit aperlu mengkreasikan insentif bagi bisnis bisa meningkatkan kembali nilai tambahnya sehingga bisa pula meningkatkan nilai positif bagi stakeholdersnya para tenaga kerja tersebut," papar debora kepada Tribunnews.com.

Laporan komisi hlobal pada hakekatnya menekankan kepada agenda yang terpusat kepada manusia itu sendiri sehingga bisa memperkuat kontrak sosial di pusat ekonomi sosial dan praktek bisnis.

Tiga hal terpenting dalam agenda manusia sebagai pusatnya yaitu peningkatan investasi pada kemampuan masyarakat.

Kemudian hal kedua mengenai peningkatan investasi di dalam kelembagaan kerja.

Dan hal terpenting ketiga adalah peningkatan investasi pada turunannya dan keberlanjutan kerja.

Setelah tiga hal itu dilakukan semua maka barulah dilakukan pengambilan tanggungjawab dengan aksi segera guna memperkuat kontrak sosial di tiap negara bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari organisasi terkait dan dari masyarakatnya pula.

"Ekonomi yang peduli dapat membangkitkan lapangan kerja lebih dari 475 miliar di dunia pada tahun 2030."

Sementara negara berkembang perlu pula bantuan untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang dengan mengacu belajar kepada negara yang telah maju sehingga nantinya dapat sejajar dengan negara yang telah maju di masa depan.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved