Tabrak 2 Orang hingga Tewas, Mantan Pejabat di Jepang Belum Ditahan

Dua korban meninggal akibat ditabrak mobil milik Iizuka, mantan Direktur Institut Teknologi Industri.

Tabrak 2 Orang hingga Tewas, Mantan Pejabat di Jepang Belum Ditahan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kozo Iizuka (87), mantan Direktur Institut Teknologi Industri kementerian ekonomi perdagangan dan industri (METI) Jepang (kiri) dan mobilnya yang menabrak 2 korban meninggal tanggal 19 April 2019. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Peristiwa kecelakaan mobil Toyota Prius dikendarai oleh Kozo Iizuka (87), mantan Direktur Institut Teknologi Industri terjadi 19 April 2019 di Toshima-ku, Tokyo.

Dua korban meninggal akibat ditabrak Iizuka yaitu Mana Matsunaga (31) dan putri sulungnya Reiko (3).

"Iizuka masih di rumah sakit dan terjadi kecelakaan karena salah tekan pedal yang seharusnya rem ditekan gas, sehingga mobil semakin kencang tak terkendali dan menabrak dua korban tersebut sehingga meninggal," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (2/5/2019).

Perhatian masyarakat Jepang saat ini bukan pada kecelakaan itu saja, tetapi pada perlakuan pihak kepolisian kepada pelaku dan tanggapan pelaku kepada masyarakat.

"Hingga Rabu (1/5/2019) tidak ada kata maaf dari pelaku kepada masyarakat dan Iizuka masih belum dimasukkan ke tahanan kepolisian. Lain dengan kasus serupa, pelaku langsung masuk penjara," ungkap sumber Tribunnews.

Baca: Perjalanan Karir Bupati Talaud Sebelum Ditangkap KPK: Bertikai dengan PDIP hingga Mutasi 305 Pejabat

Kepolisian Metropolitan Tokyo masih terus menyelidiki terjadinya kecelakaan tersebut sambil menantikan pemulihan Iizuka lebih lanjut.

"Itu contoh orang besar Jepang yang tampaknya dapat perlakuan khusus dari otoritas Jepang. Perlakuan mereka terhadap pelaku berbeda dibandingkan kasus kecelakaan serupa yang dihadapi orang biasa. Kalau orang biasa pasti sudah ditangkap dan dipenjara tetapi orang itu tetap saja bebas," ungkap sumber Tribunnews.com yang lain.

Iizuka saat menjadi direktur institut tersebut diperkirakan bergaji sedikitnya 20 juta yen per tahun.

Uang pensiunnya sekitar 30-40 juta yen.

Mantan pejabat ini juga pernah mendapat bintang jasa dari pemerintah Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved