Ingat! Suplemen Itu Bukan Pengganti Makanan Sehat

Suplemen bukanlah pengganti makanan sehat yang kita konsumsi melainkan makanan tambahan.

Ingat! Suplemen Itu Bukan Pengganti Makanan Sehat
NET

Laporan Wartawan Tribunnews.com,  Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak yang salah persepsi tentang produk suplemen. Salah satunya adalah belum dipahaminya masyarakat bahwa suplemen sebagai pelengkap.

Suplemen bukanlah pengganti makanan sehat yang kita konsumsi melainkan makanan tambahan. Jadi  tetap makan makanan yang seimbang, istirahat cukup dan olahraga teratur.

"Kalau kebutuhan atau asupan  makanan yang masuk ke dalam tubuh ya enggak perlu. Terkait dengan efisiensi masyarakat, apalagi biasanya  harganya mahal," tutur Drs Sukiman Said Umar AptN Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan Pengawas Obat dan Makanan di  kantornya, Rabu (7/11/2012).

Sukiman menyarankan perlu tidaknya mengonsumsi suplemen adalah dengan melihat kondisi tubuh dan tentukan apa yang diperlukan tubuh. Mengapa? "Setiap suplemen atau multivitamin memiliki berbagai kandungan antara yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing belum tentu cocok," tuturnya.

Ia menyarankan untuk tidak mudah tergiur dengan promosi maupun iklan suplemen makanan yang mampu menyembuhkan atau mencegah penyakit.

"Bertindak rasionallah dalam memilih suplemen makanan. Ada baiknya minta saran dulu sebelum mengonsumsi suplemen atau vitamin tertentu," tuturnya.

Dikatakan Sukiman, tidak ada efek yang instan penggunaan suplemen makanan dan tidak semua orang butuh. Hanya individu dengan kriteria khusus seperti masa penyembuhan, ibu hamil dan lanjut usia yang yang diperkenankan.

Periksa juga nomer registrasi, baca keterangan di label terkait kegunaan, efek samping, peringatan perhatian, interaksi dan kontraindikasi produk suplemen makanan dan periksa tanggal kadaluarsa produk.

"Suplemen yang dipilih juga harus sesuai dengan usia. Misalnya suplemen untuk anak ya untuk anak bukan diberikan produk orang dewasa," tuturnya.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help