Jumat, 27 Maret 2015
Tribunnews.com

Kopi Ijo Ala Mak Waris Sampai ke Malaysia

Senin, 20 Mei 2013 14:34 WIB

Kopi Ijo Ala Mak Waris Sampai ke Malaysia
surya/yuli ahmada
Mak Waris sedang menimbang bubuk kopi di warungnya di Tulungagung.

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Kopi Ijo adalah frasa kunci untuk menjelaskan tradisi minum kopi di Tulungagung. Silakan coba tanya ke sembarang orang ihwal kopi apa yang unik di kota ini, jawabnya nyaris selalu Kopi Ijo.

Kopi Ijo tersedia di banyak warung kopi kelas tepi jalan sampai kedai yang berani menyebut diri sebagai kafe.

Kopi Ijo memang berwarna kehijau-hijauan jika air kopi dituang di lepek (piring kecil). Ia disukai banyak orang. Lalu, siapa yang bikin dan bagaimana cara bikinnya?

"Rumah Mak Waris di sana, depan kantor Desa Bolorejo ada gang, masuk saja. Pokoknya ada antrean panjang, ya situ," kata seorang petani di tepi perempatan jalan raya arah Tulungagung ke Trenggalek, Selasa (14/5/2013).

Warung Kopi Mak Waris di Bolorejo, Kecamatan Kauman, kira-kira 15 menit bermotor dari pusat kota Tulungagung.

Adapun Mak Waris adalah sebutan bagi istri almarhum Waris, Sutijah. Ada 25 meja besar di warung kopi Mak Waris.

Cara seduh di warung kopi ini hanya satu cara: kopi tubruk. Jadi, kopi dan gula atau susu dimasukkan gelas atau cangkir, lalu ditubruk air panas. Segelas Rp 1.500, secangkir Rp 1.000.

Halaman1234
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Surya
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas