Tugu Chastelein Dilarang Berdiri di Depok

Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein dilarang membangun tugu Cornelis Chastelein oleh Pemerintah Kot

Tugu Chastelein Dilarang Berdiri di Depok
maritasetyaningsih.blogspot.com

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), yang beranggotakan orang-orang asli Depok, dilarang membangun tugu Cornelis Chastelein oleh Pemerintah Kota Depok.

Menurut anggota YLCC, Yano Jonathans, Pemerintah Kota Depok beralasan, Chastelein, berkebangsaan Belanda, adalah penjajah. Ia tidak layak dikenang, apalagi dihormati.

"Saya akui dia memang penjajah karena datang ke Indonesia untuk bekerja di VOC, tapi hatinya itu humanis. Dia perhatian sekali dengan Depok," kata Yano di kantor YLCC, Senin (1/9/2014).

Chastelein datang dari Belanda ke Indonesia pada umur 17 tahun untuk bekerja di VOC. Setelah bekerja selama 19 tahun, ia mengundurkan diri dari VOC karena tak sepaham dengan pemimpin VOC yang baru.

Setelah pensiun, ia membeli lahan di pinggiran Jakarta yang kemudian dikenal dengan Depok. Di sana, ia mempekerjakan 150 budak yang didatangkan dari berbagai wilayah.

Ketika Chastelein meninggal pada 28 Juni 1714, ia meninggalkan wasiat yang menyatakan semua budaknya merdeka dan seluruh tanah Depok adalah milik para budak tersebut.

Budak-budak inilah yang menurunkan orang-orang asli Depok atau dikenal dengan Belanda Depok. Atas kebaikan hati Chastelein. setiap 28 Juni, orang asli Depok memperingatinya sebagai Depokse Daag (Hari Depok).

Pada peringatan ke-300 Hari Depok, 28 Juni 2014, YLCC mencoba untuk membangun kembali tugu Chastelein yang terletak di halaman depan Rumah Sakit Harapan, Jl Pemuda, Pancoranmas, Depok.

"Kita bangun tugu, tapi Dinas Pariwisata nggak mengizinkan. Alasannya karena Belanda penjajah. Padahal, kami bangunnya di atas kebon sendiri (lahan milik YLCC). Akhirnya sekarang tugu itu kami tutupi terpal," kata Yano yang merupakan generasi keenam dari Belanda Depok.

Pada peringatan ke-200 Hari Depok, 28 Juni 1914, menurut Yano, YLCC sudah membangun sebuah tugu peringatan Cornelis Chastelein di tempat yang sama dengan tugu sekarang.

Akan tetapi, tugu tersebut dihancurkan massa karena dianggap sebagai simbol antek-antek Belanda.

Dari pantauan Kompas.com, tugu setinggi 2-3 meter tersebut tertutupi terpal berwarna biru. Tugu tersebut terletak tepat di tengah halaman depan RS Harapan. Di antara tugu dan teras rumah sakit, terpancang tegak tiang bendera lengkap dengan sang merah putih yang berkibar tertiup angin.

Tugu tersebut hanya berbentuk balok persegi panjang, bukan patung manusia atau semacamnya.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved