Pilgub DKI Jakarta

Demo Buruh Soal Upah, Anies: Pemerintah Jangan Hanya Menonton dari Samping

Menurut Anies dibutuhkan peran pemerintah untuk memecahkan soal pengupahan buruh. Pemerintah dapat menjembatani antara keinginan buruh

Demo Buruh Soal Upah, Anies: Pemerintah Jangan Hanya Menonton dari Samping
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Anies Baswedan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam Forum Diskusi yang diselenggarakan Korps Alumni HMI ‎(Kahmi) di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu malam (19/10/2016), bakal calon Gubernur Anies Baswedan mendengarkan aspirasi dari perwakilan buruh.

Anies juga mendapatkan pertanyaan soal demo buruh yang berlangsung sejak Rabu pagi hingga malam di depan Disnakertrans Jakarta, yang menuntut kenaikan Upah Minimum Provinisi (UMP) DKI dari Rp 3,1 juta menjadi Rp 3,8 juta.

Menurut Anies dibutuhkan peran pemerintah untuk memecahkan soal pengupahan buruh. Pemerintah dapat menjembatani antara keinginan buruh dan kemampuan perusahaan.

"Jadi (pemerintah) bukan hanya menonton dari samping," ujar Anies Baswedan.

Sehingga dengan adanya peran pemerintah, menurut Anies masalah industrial yakni hubungan anatara buruh dan perusahaan tidak terjadi berlarut-larut.‎

Anies yakin dengan bertemunya tiga elemen yakni buruh, perusahaan, dan pemerintah akan ditemukan solusi yang baik mengenai pengupahan.

"Kita terus menerus menggarisbawahi, kalau ada masalah apapun pemerintah jangan diam. Pemerintah proaktif memfasilitasi, menjembatani sehingga bertemu solusi yang baik untuk semua," katanya.

Namun Anies mengaku belum tahu apakah bila terpilih nanti akan menaikkan UMP DKI atau tidak. Untuk menaikkan upah buruh atau tidak Ia mengaku akan mempelajari terlebih dahulu serta akan mem‎bicarakannya dengan perusahaan dan perwakilan buruh.

"Kita belum bicarakan itu, tapi apa yang disampaikan buruh itu penting sekali," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help