Pilgub DKI Jakarta

Fahri Hamzah Nilai Ahok Tidak Adil Pakai Fasilitas Negara di Pilkada

Fahri Hamzah menilai Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tidak adil masih bisa mengikuti kontestasi Pilkada DKI putaran kedua.

Fahri Hamzah Nilai Ahok Tidak Adil Pakai Fasilitas Negara di Pilkada
KOMPAS IMAGES
Fahri Hamzah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tidak adil masih bisa mengikuti kontestasi Pilkada DKI putaran kedua.

Pasalnya Fahri menilai Ahok yang juga kandidat calon gubernur Jakarta itu bakal menggunakan fasilitas negara sebagai Gubernur DKI.

"Harusnya ini dia (Ahok) lepas (jabatan Gubernur DKI) supaya pertandingan ini menjadi fair," ujar Fahri di komplek parlemen, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Baca: Fahri Hamzah: Kalau Ahok Punya Etika, Dia Harusnya Berhenti

Baca: Anies Beri Saran ke Ahok Cara Atasi Banjir di Jakarta

Baca: Relawan Ahok-Djarot Curigai 13 TPS

Fahri memaparkan Ahok saat ini mengkoordinir lurah, camat sampai ke RT dan RW.

Selain itu, menurut Fahri, Ahok menggunakan mobil dan ajudan negara sebagai Gubernur yang berkompetisi di Pilkada DKI putaran kedua.

"Saban hari ke kantor di walikota dengan back up dari aparatur negara, pakai mobil dari negara, ajudan negara, staf dari negara," ungkap Fahri.

Politisi PKS itu menambahkan selain menggunakan fasilitas negara, Ahok juga masih menjadi terdakwa dalam kasus penistaan agama.

Karena hal itu Fahri berharap Ahok segera melepas jabatan Gubernur DKI.

"Itu tidak fair bagi satu kompetisi dan tidak baik bagi dia juga karena dia dalam status sebagai terdakwa," kata Fahri.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help