Bau Menyengat Saat Polisi Bongkar Makam Korban Persekusi Diduga Pencuri Vape
Polda Metro Jaya melakukan pembongkaran makam korban persekusi Abi Qowi Suparto (20) di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak Tanah Abang.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bau menyengat tercium saat pihak kepolisian dibantu dengan pekerja harian lepas Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat membongkar makam korban persekusi.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan pembongkaran makam korban persekusi Abi Qowi Suparto (20) di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak Tanah Abang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan, pembongkaran makam dilakukan untuk kepentingan autopsi pihak kepolisian. Polisi melakukan penyelidikan sebab kematian Qowi.
"Nanti setelah dilakukan pemeriksaan (autopsi) akan ada prarekonstruksi di dua tempat kejadian perkara," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).
Prarekonstruksi dilakukan guna mengetahui peran para tersangka dalam kasus tersebut. Kemudian, untuk menentukan fakta hukum, kematian Abi masuk kategori pembunuhan berencana atau tidak.
"Penyidik akan melihat unsurnya seperti apa. Kita tidak bisa berasumsi, harus sesuai dengan pasal hukum. Berdasarkan saksi nanti seperti apa peran tersangka," ujar Argo.
Baca: Ingin Ubah Nasib Ibu Jualan Nasi Padang, Halimah Yacob Berniat jadi Presiden Singapura
Pembongkaran makam dilakukan sore hari ini. Kepolisian bekerja sama dengan tim kedokteran forensik untuk melakukan pemeriksaan terhadap jasad Qowi. Dari perwakilan keluarga, hadir saudara laki-lakinya Qowi, yakni Yudit Rizky.
Letak makam Qowi tak jauh dari letak makam Ustaz Jefri Al Buchori yang juga dimakamkan di TPU Karet Bivak.
Pembongkaran menyita perhatian puluhan warga sekitar, meski bau busuk menyengat ketika jasad dikeluarkan.