Sabtu, 30 Agustus 2025

Gubernur Baru Jakarta

Momen Bujuk Rayu Ahok Minta Djarot Jadi Wakil Gubernur DKI

Sampai akhirnya Ahok memilih mantan Wali Kota Blitar bernama Djarot Saiful Hidayat untuk menjadi wakilnya.

Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Cawagub DKI petahana Djarot Saiful Hidayat bersama Cagub DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), komedian Augie Fantinus, dan Penyanyi Yosi Project Pop saat bermain basket di kediaman Augie, di Tomang City Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (19/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat tidak memiliki pendamping selama beberapa bulan setelah ditinggal Joko Widodo yang menjadi Presiden.

Sampai akhirnya Ahok memilih mantan Wali Kota Blitar bernama Djarot Saiful Hidayat untuk menjadi wakilnya.

Djarot ingat cerita bagaimana dulu Ahok membujuknya agar bersedia menjadi wakil gubernur.

Baca: Cerita Pilu Polwan Binjai Tak Bisa Adopsi Bayi yang Dibuang Karena Terganjal Aturan

"Dulu itu maaf ya, ketika saya menjadi wali kota terus membayangkan mengelola Jakarta itu pasti ruwet setengah mati. Makanya ketika Pak Ahok minta sata dampingi beliau, ah saya enggak ah," ujar Djarot saat wawancara khusus bersama Kompas.com, Senin (4/9/2017).

Djarot sempat menolak karena membayangkan kerumitan menjadi pemimpin di Jakarta.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) dan Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (tengah), Djarot Saiful Hidayat (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta di Kediaman Megawati Soekarnoputri, Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2/2017). Megawati Soekarnoputri menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya untuk warga Jakarta yang telah memilih Pasangan Ahok-Djarot dan meminta para pendukung untuk tetap solid bila pilkada dilanjutkan ke putaran kedua. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) dan Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (tengah), Djarot Saiful Hidayat (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta di Kediaman Megawati Soekarnoputri, Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2/2017). Megawati Soekarnoputri menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya untuk warga Jakarta yang telah memilih Pasangan Ahok-Djarot dan meminta para pendukung untuk tetap solid bila pilkada dilanjutkan ke putaran kedua. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Namun, Ahok memaksanya untuk bertemu terlebih dahulu. Mau atau tidak, itu urusan belakangan.

Djarot pun berkata kepada Ahok bahwa dia ingin minta izin kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri terlebih dahulu sebelum bertemu.

Baca: Sandiaga Pakai Sepatu Pantofel Putih: Wah, Silau Men

Saat bertemu, kata Djarot, Ahok menjelaskan bahwa memimpin Jakarta bukan pekerjaan yang sulit.

"Ahok bilang begini, 'Mas gampang pimpin Jakarta ini, Mas'. 'Kok bisa begitu?'. 'Nyalinya saja yang harus besar, harus berani'," ujar Djarot mengulangi dialognya dengan Ahok.

Djarot ingat Ahok mengatakan hal yang paling penting adalah punya hati yang lurus, pikiran yang bersih, dan niat yang baik.

Satu lagi, otot yang kuat dan nyali yang besar juga harus dimiliki. Djarot merasa memiliki kesamaan prinsip dalam menjadi pemimpin dengan Ahok.

Menurut dia, kesamaan ini yang membuat dia dan Ahok jarang bertengkar.

Setelah mendengar bujuk rayu itu, dia pun bersedia mendampingi Ahok.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan