Sabtu, 30 Agustus 2025

PISPI Kecam Keras Tindakan Aparat Polda Metro Jaya Tangkap Presiden BEM FP UNRI di Bandara

Khariq ditangkap polisi saat di bandara hendak berangkat dengan pesawat ke Riau.

Editor: Hasanudin Aco
Istimewa
PROTES PENANGKAPAN - Sekjen PISPI, Kamhar Lakumani, protes penangkapan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP-UNRI) Khariq Anhar di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) mengutuk keras tindakan aparat Polda Metro Jaya yang secara sewenang-wenang menangkap Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP-UNRI) Khariq Anhar di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Khariq ditangkap polisi saat di bandara hendak berangkat dengan pesawat ke Riau.

Sekjen PISPI, Kamhar Lakumani, mengatakan para mahasiswa itu ditangkap setelah menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI) di Kampus Universitas Padjajaran Bandung.

IBEMPI yang sebelumnya dikenal sebagai Ikatan Senat Mahasiwa Pertanian Indonesia (ISMPI) merupakan Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS) yang menjadi wadah berhimpun seluruh organisasi tingkat fakultas pertanian se-Indonesia.

"Adik-adik mahasiswa yang tergabung didalamnya adalah aktivis-aktivis yang yang memiliki idealisme, intelektualitas, kepedulian dan tanggung jawab sosial yang senantiasa menjaga marwah pergerakan mahasiswa sebagai agen pembaharu, agen perubahan, dan agen kontrol sosial," ujar Kamhar kepada Tribunnews.com,  Sabtu (30/8/2025).

Kamhar yang juga Ketua Umum ISMPI (2002-2004) ini mengatakan mahasiswa itu adalah pemimpin-pemimpin di dunia kemahasiswaan yang menjadi salah satu sarana sumber penyemaian kepemimpinan bangsa.

Kamhar mengatakan penangkapan polisi yang dilakukan terhadap Khariq sangat disayangkan di tengah situasi yang tengah memanas di berbagai daerah.

Setelah semua pihak masih dalam suasana duka akibat meninggalnya Affan driver Ojol yang dilindas Rantis Brimob Polda Metro Jaya pada demonstrasi tanggal 28 yang lalu.

'Ini akan semakin memancing sentimen publik," ujar politisi Partai Demokrat ini.

Dia mengatakan dilakukannya cara-cara seperti ini, menjadi beralasan jika kemudian ada pihak-pihak yang berpandangan bahwa ada indikasi polisi bekerja memperburuk image pemerintahan Presiden Prabowo yang akan dianggap anti kritik dan kontra demokrasi.

"Padahal tidak demikian, Presiden Prabowo pada berbagai kesempatan menegaskan memberi ruang dan keterbukaan untuk kritik. Beliau adalah pribadi yang demokratis dan menjunjung tinggi kaidah demokrasi," ujar Kamhar.

Oleh karena itu, pihaknya  mendesak Polda Metro Jaya untuk segera membebaskan Khariq serta mahasiswa-mahasiswa lainnya yang ditangkap pada saat melakukan aksi demonstrasi. 

"Kami menaruh harapan agar polisi menjadi institusi yang profesional yang mengayomi rakyat, loyalitasnya pada bangsa dan negara," katanya. 

"Tidak memiliki tendensi politik atau ‘bermain politik’ sebagaimana selama ini publik menyebutnya sebagai parcok," ujar Kamhar.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan