PISPI Kecam Keras Tindakan Aparat Polda Metro Jaya Tangkap Presiden BEM FP UNRI di Bandara
Khariq ditangkap polisi saat di bandara hendak berangkat dengan pesawat ke Riau.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) mengutuk keras tindakan aparat Polda Metro Jaya yang secara sewenang-wenang menangkap Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Riau (FP-UNRI) Khariq Anhar di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
Khariq ditangkap polisi saat di bandara hendak berangkat dengan pesawat ke Riau.
Sekjen PISPI, Kamhar Lakumani, mengatakan para mahasiswa itu ditangkap setelah menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI) di Kampus Universitas Padjajaran Bandung.
IBEMPI yang sebelumnya dikenal sebagai Ikatan Senat Mahasiwa Pertanian Indonesia (ISMPI) merupakan Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS) yang menjadi wadah berhimpun seluruh organisasi tingkat fakultas pertanian se-Indonesia.
"Adik-adik mahasiswa yang tergabung didalamnya adalah aktivis-aktivis yang yang memiliki idealisme, intelektualitas, kepedulian dan tanggung jawab sosial yang senantiasa menjaga marwah pergerakan mahasiswa sebagai agen pembaharu, agen perubahan, dan agen kontrol sosial," ujar Kamhar kepada Tribunnews.com, Sabtu (30/8/2025).
Kamhar yang juga Ketua Umum ISMPI (2002-2004) ini mengatakan mahasiswa itu adalah pemimpin-pemimpin di dunia kemahasiswaan yang menjadi salah satu sarana sumber penyemaian kepemimpinan bangsa.
Kamhar mengatakan penangkapan polisi yang dilakukan terhadap Khariq sangat disayangkan di tengah situasi yang tengah memanas di berbagai daerah.
Setelah semua pihak masih dalam suasana duka akibat meninggalnya Affan driver Ojol yang dilindas Rantis Brimob Polda Metro Jaya pada demonstrasi tanggal 28 yang lalu.
'Ini akan semakin memancing sentimen publik," ujar politisi Partai Demokrat ini.
Dia mengatakan dilakukannya cara-cara seperti ini, menjadi beralasan jika kemudian ada pihak-pihak yang berpandangan bahwa ada indikasi polisi bekerja memperburuk image pemerintahan Presiden Prabowo yang akan dianggap anti kritik dan kontra demokrasi.
"Padahal tidak demikian, Presiden Prabowo pada berbagai kesempatan menegaskan memberi ruang dan keterbukaan untuk kritik. Beliau adalah pribadi yang demokratis dan menjunjung tinggi kaidah demokrasi," ujar Kamhar.
Oleh karena itu, pihaknya mendesak Polda Metro Jaya untuk segera membebaskan Khariq serta mahasiswa-mahasiswa lainnya yang ditangkap pada saat melakukan aksi demonstrasi.
"Kami menaruh harapan agar polisi menjadi institusi yang profesional yang mengayomi rakyat, loyalitasnya pada bangsa dan negara," katanya.
"Tidak memiliki tendensi politik atau ‘bermain politik’ sebagaimana selama ini publik menyebutnya sebagai parcok," ujar Kamhar.
Situasi Terkini di Mapolda Metro Jaya: Diselimuti Gas Air Mata, Gelap Gulita, dan Massa Bertahan |
![]() |
---|
Dini Hari, Halte Transjakarta Senayan Dibakar Sekelompok Orang Berpenutup Wajah |
![]() |
---|
Demonstran di Mako Brimob Kwitang Bubarkan Diri, Jalan Kramat Kwitang Arah Tugu Tani Steril |
![]() |
---|
MRT Jakarta Tutup Stasiun Istora dan Senayan Usai Kericuhan Massa di Polda Metro Jaya |
![]() |
---|
Kisah Sopir Angkot Angkut Mahasiswa UI yang Demo di Polda Metro, Mengaku Tak Capek Antar Demonstran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.