Hari Ibu

Makna Perayaan Hari Ibu Bagi Edhie Baskoro Yudhoyono

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, mengatakan, bahwa

Makna Perayaan Hari Ibu Bagi Edhie Baskoro Yudhoyono
IST
Edhie Baskoro Yudhoyono bersama sang ibu, Ani Yudhoyono.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, mengatakan, bahwa peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember dapat dijadikan momentum yang tepat untuk mendorong peran serta kaum perempuan terlibat aktif dalam pembangunan di segala bidang.

"Saya kira esensinya bukanlah sekadar peringatan semata, tapi juga selayaknya menjadi peringatan atas perjuangan para kaum ibu Indonesia yang telah banyak berperan dalam perjuangan dan kemajuan bangsa," kata Ibas dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Minggu (22/12/2013).

Ibas juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, atas semangat perjuangan kaum ibu yang terus berperan serta dalam segala aspek kehidupan bangsa dewasa ini.  

Bagi Ibas, ungkapan kasih kepada ibu hendaknya tidak terbatas saat ada peringatan saja, melainkan harus dimaknai dan dikenang setiap hari.

"Terima kasih dan apresiasi saya kepada Ibu dan segala peranannya sepanjang tahun, sepanjang masa untuk kejayaan bangsa Indonesia. Saya harap, momentum peringatan ini bisa terus mendorong kontribusi kaum ibu  Indonesia semakin berperan aktif di berbagai bidang," tuturnya.

Lebih lanjut, Ibas juga mengajak seluruh komponen bangsa agar dapat mengenang kembali spirit perjuangan dan cita-cita mulia kaum perempuan yang diawali saat pertemuan para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera untuk mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.

"Makna peringatan hari ibu sebagai upaya bangsa Indonesia mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang memiliki komitmen untuk ikut berjuang bagi nusa dan bangsa," katanya.

Menurutnya, tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia untuk mewujudkan cita-cita dan masa depan bangsa harus terus didukung.

"Harus kita dorong dan terus memotivasi kaum perempuan untuk lebih maju dan berperan. Mari kita bergandengan tangan mewujudkan karakter bangsa yang mandiri, bermoral, dan bisa bersaing dengan negara-negara lain di dunia," tambahnya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Widiyabuana Slay
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help