Pemilu 2014
Tengah Malam, Hatta Ziarah ke Makam Ulama Kediri
Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa menyempatkan diri berziarah ke makam Pangeran Mekah Syekh Alwasil Syamsudin dan Sunan Sumende
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa menyempatkan diri berziarah ke makam Pangeran Mekah Syekh Alwasil Syamsudin dan Sunan Sumende, Jumat (4/42014) di kompleks Masjid Auliya, Jalan Dhoho, Kota Kediri.
Padahal, pada saat itu sudah menjelang tengah malam atau tepatnya pukul 23.30 WIB. Namun, tidak menyurutkan Hatta yang ditemani Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan artis Hengky Kurniawan, serta sejumlah pengurus DPD PAN Kota Kediri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini hanya ingin melihat makam para ulama yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Kediri dan sekitarnya.
Saat sampai di makam Syekh Alwasil Syamsuddin, Hatta disambut para peziarah. Hatta juga diajak juru kunci atau penjaga makam yang bernama Yusuf untuk ikut berdoa.
"Berdoa itu bisa kapan saja dan di mana saja. Doa itu kan permohonan yang baik kepada Allah," kata menteri kelahiran Palembang, Sumatera Selatan ini.
Sambil berjalan mengitari areal makam, Hatta mendapatkan penjelasan dari Yusuf bahwa Syekh Alwasil Syamsudin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Wasil adalah salah satu tokoh dan penyebar agama Islam yang dihormati. Menurut sejarah, Mbah Wasil adalah guru spiritual dari pujangga kenamaan, Jayabaya yang sangat terkenal dengan ramalan masa depannya.
Yusuf juga menunjukkan beberapa bangunan masjid yang masih orisinil dan tidak mengalami perubahan sejak dibangun pada abad XIV sampai sekarang. Meskipun tidak mengalami pemugaran, pondasi Masjid Auliya masih sangat kokoh.
Sebagai insinyur teknik, Hatta pun melontarkan pujian kepada para tokoh dan ulama zaman dulu, yang mampu membangun masjid dengan pondasi sangat kokoh. Kata Hatta, bangunan masjid yang kokoh itu merupakan bukti sejarah bahwa para ulama dan tokoh-tokoh Islam zaman dahulu menguasai ilmu teknik.
Usai mendengarkan penjelasan juru kunci makam, Hatta kemudian pamit untuk istirahat di hotel. Sabtu, 5 April, Hatta harus sudah berada di Bojonegoro untuk menghadiri kampanye akbar PAN.