Panglima Minta Sesko Jadi Mata Air Kemajuan TNI

Panglima TNI berharap Sesko TNI mampu mengintegrasikan kapasitas dan menterjemahkan keragaman ilmu di era globalisasi ini.

Panglima Minta Sesko Jadi Mata Air Kemajuan TNI
Warta Kota/Alex Suban
Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko (kanan) melakukan salam komando dengan penyanyi dan musisi, Virgiawan Listanto atau Iwan Fals saat berkunjung ke rumah Iwan di Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/8/2014). Kehadiran Moeldoko untuk menjadi pembicara dalam acara diskusi Obrolan Penting Sabtu Ini (Opsi) bersama puluhan fans Iwan Fals yang menamakan dirinya Orang Indonesia (OI). (Warta Kota/Alex Suban)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin upacara serah terima  jabatan Komandan Sekolah Komando TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/9/2014).

Dansesko TNI diserahterimakan dari Marsdya TNI Ismono Wijayanto kepada Mayjen TNI Sonny Widjaja. Marsdya TNI Ismono Wijayanto selanjutnya menjabat sebagai Itjen Kemhan RI, sedangkan Mayjen TNI Sonny Widjaja sebelumnya menjabat sebagai Asops KSAD.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan Sesko TNI sebagai lembaga kaderisasi calon-calon pemimpin TNI masa depan. Artinya Sesko TNI adalah tempat input prajurit dibentuk oleh atmosfir dan dinamika sistem pendidikan di lingkungan TNI.  

"Sehingga ketika sudah lulus telah terwarnai dan mewarnai kehidupan keprajuritan dan kepemimpinan di lingkungan TNI, sekaligus para pemimpin-pemimpin tersebut akan menjadi mata air bagi kemajuan TNI," Kata Panglima TNI.

Sesko TNI menjadi mata air memiliki makna bahwa dari pendidikan inilah bermula berbagai gagasan, inspirasi serta motor dalam hal ini stabilitas TNI yang akan mewarnai dan menentukan arah perjalana bangsa.

Mata air yang tersebar di seluruh satuan TNI diharapkan dapat mengalirkan gagasan, inspirasi serta aksi dari motor-motor penggeraknya sehingga dapat menghidupkan gairah serta vitalitas pembangunan dan pengembangan TNI ke depan serta mampu mentransfer keunggulan ke lingkungan di sekitarnya, disinilah paradigma pusat keunggulan TNI menampakkan bentuknya.

Panglima TNI berharap Sesko TNI mampu mengintegrasikan kapasitas dan menterjemahkan keragaman ilmu di era globalisasi ini, sebagai kunci pokok dalam menciptakan strategi baru bagi pembangunan dan pengembangan TNI berkelanjutan, yang mampu membaca setiap kecenderungan isu yang berkembang.

Sesaat sebelumnya, Panglima TNI juga menerima Sertijab  tiga jabatan di lingkungan Mabes TNI, yaitu Koorsahli (Koordinator Staf Ahli) Panglima TNI, Asops (Asisten Operasi) Panglima TNI dan Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI. Jabatan Koorsahli dari Mayjen TNI Hardiono Saroso diserahterimakan kepada Panglima TNI, Asops Panglima TNI diserahterimakan dari Mayjen TNI Ridwan kepada Mayjen TNI Indra Hidayat R dan Kapusbintal TNI diserahterimakan dari Laksma TNI Asep Saepudin, kepada Kolonel Laut (P) Much. Richard.

Mayjen TNI Hardiono Saroso selanjutnya sebagai Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun). Mayjen TNI Ridwan selanjutnya sebagai Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), sedangkan Mayjen TNI Indra Hidayat R sebelumnya menjabat sebagai Kas Kostrad. Laksma TNI Asep Saepudin, selanjutnya sebagai Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun) sedangkan Kolonel Laut (P) Much. Richard, SH  sebelumnya menjabat sebagai Sekdispotmar Mabes TNI AL.

Panglima TNI menyampaikan bahwa saat ini kecenderungan dinamika lingkungan regional dan internasional yang berpengaruh terhadap situasi nasional, dan/atau kecenderungan perkembangan nasional dan internasional yang berpengaruh terhadap TNI, harus menjadi subyek kajian strategis yang obyektif, konfirmatif dan prediktif.

Aspek subyek tersebut merupakan domain job description Koorsahli, guna penegasan arah kebijakan Panglima TNI dalam optimalisasi pelaksanaan peran dan tugas.

Pada sisi yang sama, Asops Panglima TNI harus mampu memanfaatkan kecenderungan-kecenderungan tersebut untuk menjadi input bagi setting strategy dan kesiapsiagaan kekuatan TNI, baik kekuatan personel dan logistik yang bersifat stasioner, maupun yang bersifat mobile, dalam rangka mengantisipasi segala kemungkinan dari kecenderungan yang akan berkembang.

Sedangkan kesiapsiagaan kekuatan TNI akan dipengaruhi oleh kesiapan mental dan spiritual prajurit dalam mengemban tugas, yang hal ini harus menjadi atensi dari Kapusbintal TNI.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved