Mantan Menteri yang Kembali ke Kampus dan Berbaur dengan Mahasiswa

Sebagai guru besar, Prof BS Muljana bisa saja tidak mengikuti antrean mengambil uang pensiunnya, yang ternyata sangat kecil

Mantan Menteri yang Kembali ke Kampus dan Berbaur dengan  Mahasiswa
TRIBUNNEWS/ANDRI MALAU
Ketua Forkoma PMKRI Hermawi Taslim (tengah) bersama mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Stefanus Asat Gusma (kanan) dan Ketua Presidium PP PMKRI Lidya Natalia Sartono melayat jenazah mantan Menteri Muda Bappenas BS Muljana. Jasad BS Muljana dimakamkan di TPU Sandiego Hils, Kamis (18/9/2014). 

Laporan Wartawan Tribunenws.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Muda Bappenas pada pemerintahan Soeharto, Prof Dr Bernardus S Muljana telah wafat di RS Boromeus Carolus Jakarta Pusat, Senin lalu. Jasadnya dimakamkan di tempat pemakaman Sandiego Hils, Karawang, Jawa Barat, Kamis (18/9/2014). Sosok Guru Besar Universitas Indonesia itu mewariskan banyak teladan kesederhanaan bagi generasi muda.

Gambaran mengenai sosok BS Muljana diungkap Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Hermawi Taslim. Menurut Hermawi, setelah pensiun sebagai PNS dan tidak lagi duduk sebagai menteri, BS Muljana kembali mengajar di kampus Universitas Indonesia, dosen calon doktor ekonomi di FE - UI.

Di kampus UI-lah, Taslim sangat terkesan atas kesederhanaan dan kesahajaan BS Muljana. Satu waktu, antara akhir dekade 1980-an hingga awal 1990-an, ia bertemu BS Muljana di kampus. Sebagai guru besar, Prof BS Muljana bisa saja tidak mengikuti antrean ke teller bank untuk mengambil uang pensiunnya, yang ternyata sangat kecil.

"Tapi, ia memilih berjejal dengan para mahasiswa mengantre dengan alasan, 'saya kan sudah pensiun, saya hanya orang biasa seperti kamu.' Sungguh pribadi yang begitu mengesankan. Terima kasih Tuhan engkau telah memberikan seorang senior yang mewarisi keteladanan, keiklasan dan ketulusan dalam seluruh pengabdiannya," ujar Hermawi Taslim kepada Tribun, Kamis.

BS Muljana menghembuskan napas terakhir pada hari Senin (15/9) lalu, pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Saint Carolus Jakarta. Almarhum Muljana meninggal dalam usia 83 tahun karena sakit.

Jenazah dimakamkan di TPU San Diego Hills setelah terlebih dahulu dilakukan upacara Misa Arwah di Gereja Katedral Jakarta yang dipimpin Pastor Padmaseputra SJ dan Soebagio Pr.

Ia lahir di Sentolo, Yogyakarta, 3 Maret 1931. Sarjana di bidang Ilmu Ekonomi diraihnya dari FEUI pada tahun 1959 yang dilanjutkan dengan pendidikan lanjutan di Department of Economics and Political Science, McGill University, Montreal, Kanada. Gelar PhD berhasil diraihnya dari Iowa State University di Ames, Amerika Serikat, tahun 1971 dengan disertasi berjudul "The Role of Agricultural Export in Indonesia's Economic Development".

Salah satu sumbangan dalam keilmuannya yaitu buku berjudul "Pembangunan Ekonomi dan Tingkat Kemajuan Ekonomi Indonesia" yang dipublikasikan tahun 1983.

Perannya sebagai Widyaiswara di Lemhannas menghasilkan tanda jasa Tanhama Dharma Magva serta Satya Lencana Dwidya Sistha. Ia juga dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana serta Bintang Karya Satya Lencana.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Domu D. Ambarita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved