Fatwa MUI Hukum Mati Kaum Homoseksual Dinilai Sulit Diterapkan

Fatwa MUI itu akan sulit diterapkan jika pelakunya ternyata beragama lain.

Fatwa MUI Hukum Mati Kaum Homoseksual Dinilai Sulit Diterapkan
ist
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersifat imbauan moral dan hanya mengikat secara moral.

Karena itu, yang berhak melakukan tindakan hukum, apalagi hukuman mati, hanyalah negara. Selama fatwa MUI itu tidak dimasukkan menjadi hukum positif, fatwa itu tidak mungkin diterapkan.

BACA: MUI Keluarkan Fatwa Hukuman Mati bagi Kaum Homoseksual

Demikian kata Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VIII DPR RI, dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunnews.com, Rabu (18/3/2015).

"Terus terang, saya belum membaca fatwanya. Jadi, saya belum mengetahui konsideran dan dasar pemikiran dikeluarkannya fatwa tersebut," kata Saleh.

Diakui bahwa setiap agama memiliki aturan moral yang harus diikuti oleh umatnya.

Nah, kata Saleh, homoseksual dinilai berbahaya dalam tatanan kehidupan sosial serta bertentangan dengan ajaran Islam.

"Dalam konteks ini, kemungkinan MUI mengeluarkan fatwa hukuman mati bagi homoseksual," ujar politisi PAN ini.

Selain itu, fatwa MUI itu juga akan sulit diterapkan jika pelakunya ternyata beragama lain.

Sebab, fatwa MUI itu tentu hanya akan dijadikan sebagai referensi dan rujukan oleh umat Islam.

Halaman
12
Penulis: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved