Gempa di Aceh

Sore Ini BNPB Kirim Bantuan Senilai Rp 3,5 Miliar

Paket bantuan ini dia jelaskan dibawa dengan menggunakan pesawat terbang cargo dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Bandara Blang Bintang.

Sore Ini BNPB Kirim Bantuan Senilai Rp 3,5 Miliar
SERAMBI INDONESIA/IDRIS ISMAIL
Warga bersama petugas berusaha mengevakuasi warga yang tertimbun reruntuhan ruko di kawasan Gampong Keudee, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Rabu (7/12/2016). Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter menerjang Aceh, namun menurut informasi BMKG tidak akan mengakibatkan tsunami. SERAMBI INDONESIA/IDRIS ISMAIL 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (8/12/2016) sore ini mengirimkan bantuan senilai Rp 3,5 miliar ke daerah terdampak gempa bumi di 3 Kabupetan yaitu Pidie Jaya, Bireun dan Pidie.

Kepada Tribunnews.com, Kamis (8/12/2016) sore, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bantuan yang dikirimkan dalam bentuk tenda posko sebanyak 10 buah, genset kapasitas 2.800 watt sebanyak 10 unit, permakanan, family kit dan lainnya.

Paket bantuan ini dia jelaskan dibawa dengan menggunakan pesawat terbang cargo dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Bandara Blang Bintang.

"Begitu juga dari kementerian/lembaga yang lain telah banyak menyalurkan bantuan ke korban gempa," ujar Sutopo.

Lebih lanjut Sutopo katakan pula kendala lapangan yang masih dihadapi adalah ketersediaan alat berat dan jalan yang terlalu sempit untuk dilalui oleh alat berat.

Lebih dari 1460 personil terlibat dalam proses darurat gempa ini, baik personil yang berasal dari unsur BNPB, BPBD, TNI/Polri, kementerian/lembaga, dinas, relawan dan masyarakat.

Selain itu pada Rabu (7/12/2016) Gubernur Aceh telah mengeluarkan status tanggap darurat bencana skala provinsi selama 14 hari dari 7-20 Desember 2016.

Penetapan status darurat skala provinsi di karenakan dampak gempa yang terjadi di 3 Kabupetan yaitu Pidie Jaya, Bireun dan Pidie.

Ia menjelaskan dalam masa tanggap darurat ini dilakukan kegiatan-kegiatan antara lain pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya.

Kemudian, penentuan status keadaan darurat bencana dan penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang terkena bencana.

Selain itu pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan terhadap kelompok rentan dan pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.

"Guna memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang tinggal di pengungsian. TNI hari ini direncanakan akan mendirikan rumah sakit lapangan di Pidie Jaya untuk menangani korban luka yang masih ada," katanya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved