Korupsi KTP Elektronik

Alasan Setya Novanto Tak Penuhi Panggilan KPK Dianggap Mengada-ada

Tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto kembali mangkir dari pemeriksaan sebagai saksi Anang Sugiana Sugihardjo (ASS) di KPK.

Alasan Setya Novanto Tak Penuhi Panggilan KPK Dianggap Mengada-ada
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Massa yang tergabung dalam Generasi Muda Golkar melakukan unjuk rasa di depan gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/11). Dalam aksinya mereka memberikan dukungan kepada KPK untuk segera memproses kasus Ketua DPR Setya Novanto (SN) yang kini telah kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP Elektronik. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto kembali mangkir dari pemeriksaan sebagai saksi Anang Sugiana Sugihardjo (ASS) di KPK, Senin (13/11/2017).

SN melalui surat yang disampaikan kepada KPK, menjelaskan tidak datang karena lembaga antirasuah itu tidak melampirkan surat izin dari Presiden.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan alasan tersebut mengada-ada. Pasalnya, Novanto pernah memenuhi panggilan KPK tanpa perlu adanya surat izin presiden.

"Iya itu mengada-ada. Lihat saja dulu, dia kan datang juga tanpa perlu surat izin presiden. Kenapa sekarang harus minta surat izin?" ujar Laode di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Baca: Senyum Miryam Berubah Seketika Kala Hakim Memvonisnya 5 Tahun Penjara

Setidaknya, sebanyak 10 kali pemanggilan KPK terhadap Setya Novanto baik sebagai saksi maupun tersangka. Hanya saja, Novanto menghadiri satu kali pemeriksaan.

Setelah itu, berbagai macam alasan dipakai oleh ketua umum Golkar itu tidak hadir memenuhi panggilan.

Dari alasan sakit, izin menghadiri kegiatan lain, hingga mengharuskan KPK mendapatkan izin dari presiden.

Upaya pemanggilan paksa, kata Laode, akan diterapkan apabila dalam keadaan terpaksa untuk memanggil Novanto.

Namun begitu, dia masih meyakini yang bersangkutan tetap kooperatif dalam memenuhi panggilan KPK.

Halaman
123
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help