Minggu, 31 Agustus 2025

Mahfud MD Bertemu Luhut Panjaitan Tak Bicara soal Pilpres Tapi Hanya Untuk Makan Singkong Goreng

Mahfud mengatakan bahwa saat ultah Bu Sinta itu dirinya juga bertemu dengan putri-putri Gus Dur yakni Lisa, Yenny, Anita, dan Inayah.

Editor: Dewi Agustina
Instagram
Mahfud MD 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2011, Prof Dr Mohammad Mahfud MD (60) dalam seminggu terakhir ini semakin banyak disebut-sebut sebagai salah satu calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo.

Bahkan wartawan senior dari Asia Time John McBeth menyebut bahwa Mahfud MD telah bertemu dan membicarakan hal itu dengan Luhut Binsar Panjaitan.

McBeth juga melaporkan bahwa selain Mahfud MD, nama Ketua Golkar Airlangga Hartarto juga masuk ke dalam list terbatas cawapres Jokowi.

Ditanya tentang pertemuannya dengan Luhut Panjaitan itu, Mahfud tergelak.

Baca: Penggerebekan Pabrik Narkoba di Denpasar Berawal dari Penangkapan Krisna Andika

"Ya, saya memang bertemu Pak Luhut tapi bukan untuk berbicara Pilpres melainkan karena sama-sama menghadiri ulang tahun Sinta Nuriah yang tak lain adalah istri Presiden RI IV Abdurrahman Wahid. Itu terjadi tanggal 8 Maret kemarin," kata Mahfud sambil tertawa kepada Tribunnews.com, Jumat (23/2/2018).

Mantan Ketua MK yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara se- Indonesia itu mengatakan bahwa saat ultah Bu Sinta itu dirinya juga bertemu dengan putri-putri Gus Dur yakni Lisa, Yenny, Anita, dan Inayah.

Ada juga penyanyi lagu-lagu lawas Yuni Shara, Hilal Hamdi, Menteri Urusan Desa Eko, Rizal Ramli, Agum Gumelar, dan sekitar 300 tamu lainnya.

Baca: Nyanyikan Lagu Begadang dan Terajana, Menhub Joget Dangdut di HUT ke-8 Tribunnews.com

Mahfud dan Luhut menganggap Bu Sinta sudah seperti keluarga dan ibu sendiri karena Gus Dur sudah seperti ayah, guru, dan sahabat yang telah mendidik dan membesarkannyanya.

"Jadi tidak ada pembicaraan soal Pilpres antara saya dengan Pak Luhut saat itu," kata Mahfud.

Ketika ditanya apakah bertemu Luhut Panjaitan di saat lain, Mahfud mengatakan sering.

"Sejak Gus Dur masih ada kami sering ke rumah Pak Luhut. Sekarang pun saya masih ke sana tetapi tak berbicara Pilpres. Berbicara Pilpres itu terlalu berat dan rumit peta politiknya. Kalau ke rumah Pak Luhut saya kangen makan pisang dan singkong goreng olahan pembantunya Pak Luhut," kata Mahfud lagi.

Mahfud menceritakan bahwa Luhut punya pembantu yang dibawanya sejak dia menjadi Danrem di Madiun.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan