Demo di Jakarta
UPDATE: Kericuhan Pecah Lagi di Mako Brimob Kwitang, TNI Mundur, Situasi Gelap dan Mencekam
Gas air mata mengepul di Mako Brimob Kwitang. Apa yang memicu kericuhan dan mengapa massa menjadikan markas ini sebagai sasaran utama?
Penulis:
Ilham Rian Pratama
Editor:
Acos Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Situasi mencekam kembali terjadi di depan Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu malam (30/8/2025), saat aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi.
Kericuhan pecah menyusul demonstrasi lanjutan yang menuntut keadilan atas kematian tragis pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21).
Pantauan Tribunnews.com, hingga pukul 19.27 WIB menunjukkan asap gas air mata mengepul pekat di udara. Tembakan tersebut merupakan respons atas lemparan batu, botol, petasan, dan kembang api dari arah massa ke barikade aparat.
Meski berada sekitar 120 meter dari depan Mako, awak media melaporkan efek perih di mata dan hidung akibat paparan gas.
Massa sempat berusaha memaksa masuk ke area Mako Brimob.
Pasukan TNI yang sebelumnya membentuk barisan di depan polisi untuk menahan massa, perlahan mundur karena situasi semakin tidak kondusif.
Mundurnya TNI memberi ruang bagi aparat kepolisian untuk mengambil tindakan tegas.
Baca juga: Sahroni, Eko, Uya: Trio DPR yang Dicari Pendemo dan Netizen, Satu Kena Serbu
Minimnya penerangan di lokasi memperburuk keadaan. Lampu PJU di sepanjang Jalan Prajurit KKO Usman Harun sebagian besar dalam kondisi mati, hanya menyisakan penerangan tepat di depan Mako Brimob.
Tembakan gas air mata yang membabi buta membuat warga dan jurnalis yang semula hanya menyaksikan dari kejauhan, panik dan berlarian ke arah permukiman untuk menyelamatkan diri.
Mako Brimob Kwitang menjadi salah satu sasaran utama demonstrasi kelompok massa pengemudi ojek online, menyusul kematian rekan mereka, Affan Kurniawan.
Affan tewas tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob saat mengikuti aksi “Bubarkan DPR” dan demonstrasi buruh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025).
Insiden tersebut terekam dalam video amatir dan viral di media sosial, memicu gelombang kemarahan publik dan aksi solidaritas besar-besaran.
Aksi pada 30 Agustus ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sehari sebelumnya, Jumat (29/8/2025), yang digelar oleh komunitas ojek online dan warga sipil.
Mereka menuntut pertanggungjawaban atas insiden tersebut dan reformasi institusi kepolisian.
Baca juga: Peneliti BRIN Sindir DPR yang Pilih Jalan-jalan Saat Rakyat Protes
Hingga berita ini diturunkan, tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan internal.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menemui keluarga korban secara langsung dan menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi. Ia juga memastikan proses etik dan pidana terhadap para personel yang terlibat akan berjalan transparan.
Mako Brimob Kwitang
kericuhan
bentrokan
Affan Kurniawan
pengemudi ojol
demo Bubarkan DPR
Kapolri Listyo Sigit
gas air mata
Pejompongan
Demo di Jakarta
Staf Khusus Wakil Presiden Bantah Gibran Main Padel saat Demo Besar di Jakarta |
---|
Penjarah Isi Rumah Ahmad Sahroni Diduga Bukan Warga Sekitar Kebon Bawang, Bak Mandi Ikut Diangkut |
---|
UPDATE: Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Massa Aksi DPR Dipukul Mundur ke Semanggi |
---|
Demo Masih Memanas di Sejumlah Daerah, Kapolri Sebut Anarkis: Perintah Presiden Ambil Langkah Tegas |
---|
Tetangga Sebut Ahmad Sahroni ke Singapura saat Rumahnya Digeruduk Massa, Warga Merasa Khawatir |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.