Penjelasan BMKG Soal Suhu di Bandung Mencapai 15 Derajat Celcius

Sejumlah warganet di Bandung, Jawa Barat, mendadak heboh terkait kabar yang menyatakan suhu udara di Bumi Pariangan mencapai 15 hingga 14 derajat.

Penjelasan BMKG Soal Suhu di Bandung Mencapai 15 Derajat Celcius
bmkg.go.id
Ilustrasi: Prakiraan cuaca BMKG 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah warganet di Bandung, Jawa Barat, mendadak heboh terkait kabar yang menyatakan suhu udara di Bumi Pariangan mencapai 15 hingga 14 derajat celcius.

Banyak dari warganet lantas mempertanyakan suhu dingin yang tak biasa itu di media sosial.

Menurut Kepala Bagian Humas BMKG Hery Tirto Djatniko dikutip dari Twitter milik BMKG, mengatakan suhu di Bandung yang mencapai 15 derajat celcius saat ini bukanlah yang terdingin.

Baca: TGB Dukung Jokowi, PKS Minta TGB Harus Beri Klarifikasi

Suhu minimum yang pernah terjadi di Bandung tercatat mencapai12,4 derajat celcius pada Juli 1986 dan di Lembang pernah 9,8 derajat celcius pada tahun 1991.

"Artinya suhu sekarang masih berada di tatanan normal," ujar Hery.

Menurut Hery suhu minimum yang terjadi sekarang terjadi lantaran saat ini Indonesia sedang berada di puncak musik kemarau yang terjadi pada bulan Juli-Agustus.

Baca: TGB Dukung Jokowi, Ustaz Abdul Somad: Ustaz Arifin Ilham Juga Bilang, Tunggu Habib Rizieq Shihab

Dimana ditandai dengan suhu yang lebih dingin, siang lebih panas, dan angin berhembus lebih kencang.

Dengan indikator aktifnya monsun Australia, Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia yang menuju ke Asia.

Baca: Mayat yang Ditemukan Di Pinggir Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta Diduga Korban Tabrak Lari

"Aliran massa dingin itu menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa. Mulai dari Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah Jawa Timur, NTT, Bali," ujar Hery.

Untuk itu, Hery mengimbau agar masyarakat untuk tidak khawatir dan resah atas kejadian tersebut.

"Yang penting mempersiapkan diri menghadapi udara dingin ini," ujar Hery.

Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved