Gempa di Sulteng

Tim Dokter Ibukota DKI ‘Jemput Bola’ Cek USG Ibu Hamil Korban Gempa Palu-Donggala

Ratusan pasien yang ditangani oleh Tim Medis tersebut, 70 persen di antaranya adalah menderita sakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Tim Dokter Ibukota DKI ‘Jemput Bola’ Cek USG Ibu Hamil Korban Gempa Palu-Donggala
TRIBUNNEWS.COM
Kondisi Mal Tatura di Palu, Sulawesi Tengah? yang hancur pasca diguncang gempa. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, DONGGALA- Sejak diterjukan untuk melakukan pemulihan warga pasca bencana gempa dan tsunami Palu-Donggala pada Kamis (11/10/2018), sebanyak 13 tim medis yang tergabung dalam Tim Tanggap Ibukota Pemprov DKI Jakarta Gelombang II, telah menangani lebih dari 150 pasien.

Ratusan pasien yang ditangani oleh Tim Medis tersebut, 70 persen di antaranya adalah menderita sakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang dialami anak-anak.

Sedangkan, bagi orang tua, yang lazim diderita adalah darah tinggi (hipertensi).

Tidak hanya menunggu pasien hadir, Tim Medis DKI juga melakukan layanan ‘jemput bola’ untuk menjemput ibu hamil yang ingin cek USG.

“Kita jemput bola karena dapat laporan dari masyarakat banyak ibu hamil yang ingin periksa kandungan pasca gempa. Sedangkan, untuk pasien patah tulang, kita bawa operasi langsung ke RS Madani,” jelas dokter Nyoman di Posko Layanan Kesehatan di Masjid Agung, Minggu (14/10/2018).

Baca: Augie Fantius Ditahan Polisi, Surya Saputra Angkat Bicara

Nyoman menjelaskan alat USG yang digunakan berasal dari RS Madani dan genset yang dipakai untuk mengaliri listrik berasal dari masyarakat Palu.

“Sejauh ini sudah ada enam pasien ibu hamil yang kita cek, rata-rata usia kandungan 1 hingga 7 bulan,” jelas Nyoman yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat ini.

Sementara menurut dokter Cahyo Nugroho, keputusan untuk ‘jemput bola’ dilakukan karna banyak ibu hamil yang khawatir akan biaya pengobatan dan minimnya bantuan dari keluarga untuk membawa ke rumah sakit.

“Kita cek dulu, butuh tindakan operasi atau tidak. Jika iya, kita langsung bawa ke RS Madani. Tapi jika tidak cukup penanganan di posko layanan kesehatan,” jelas dokter di RS Budhi Asih, Jakarta Timur ini.

Diketahui, pada Gelombang II Tim Tanggap Ibukota, Tim Medis DKI terbagi di dua tempat pelayanan.

Pertama, di RS Madani yang menempatkan lima dokter spesialis, mulai dari kebidanan, bedah umum, anak, ortopedi, hingga anestesi.

Kedua, di Posko Dinas Kesehatan DKI yang menempatkan dokter umum tiga orang, perawat empat orang, dan apoteker satu orang.

Adapun dalam melakukan layanan kesehatan dan trauma healing, Tim Medis DKI melibatkan lembaga kemanusiaan internasional seperti ICM Kendari, Crisis Aid, dan Budor Altegariya Company Bangladesh.

Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help