Longsor di Hulu, Jusuf Kalla: Perlu Waktu Lama Perbaiki Kerusakan DAS Bawakaraeng
Terkait lokasi tinjauan, jarak antara rombongan Kalla dengan tepi jalan yang mengalami roboh pun hanya sekitar dua meter.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Pasca longsor dan banjir bandang yang melanda Sulawesi Selatan (Sulsel), Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan dalam proses penanaman kembali tumbuhan yang memiliki akar kuat dan mampu menyerap air di dataran tinggi, membutuhkan waktu yang cukup lama.
Penanaman tanaman baru yang memiliki daya serap yang baik tersebut membutuhkan waktu sekira 3 tahun untuk bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi di hulu.
Pernyataan tersebut ia sampaikan usai memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor di Kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (27/1/2019) sore.
"Ini makan tempo, itu perbaikan di atas (hulu) itu butuh 3 tahun, karena itu baru dibibitkan, ditanami itu, tapi (pembenahan) harus dari sekarang," ujar Kalla.
Ia kemudian menambahkan bahwa Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan turut serta dalam proses perbaikan kerusakan tersebut.

Baca: Aturan PPh Final Deposito DHE dari Sumber Daya Alam Akan Direvisi
Tidak hanya itu, perbaikan juga tentunya akan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk fokus memperbaiki hulu, yakni Daerah Aliran Sungai (DAS) Bawakaraeng.
"Pak Gubernur dan BNPB, tentu nanti dari kehutanan tentu sama-sama akan diperbaiki lingkungan DAS-nya Bawakaraeng itu," tegas Kalla.
Sebelumnya Wapres Jusuf Kalla telah meninjau lokasi pemantauan aliran sungai yang merendam Kabupaten Gowa, di DAM Control Office Bili-bili Multipurpose DAM.
Ia juga melakukan peninjauan terhadap robohnya jembatan yang menghubungkan antara Desa Tanakaraeng, Desa Moncongloe serta Kecamatan Parangloe di kabupaten yang sama.
Jembatan yang roboh itu terletak di Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kalla sempat mengecek kondisi tanah di sekitar jembatan yang mengalami keretakan yang akhirnya berdampak memutus hubungan antara dua desa dan satu kecamatan itu.
Terkait lokasi tinjauan, jarak antara rombongan Kalla dengan tepi jalan yang mengalami roboh pun hanya sekitar dua meter.
Perlu diketahui, peristiwa robohnya jembatan itu terjadi pada Selasa (22/1/2019), sekitar pukul 11.00 WITA, yang diakibatkan banjir bandang.