Viral Polisi Interogasi Tersangka Pakai Ular, Polda Papua Meminta Maaf

Polisi kesulitan untuk mendapatkan pengakuan tersangka, sehingga kemudian melakukan tindakan mengerikan itu.

Viral Polisi Interogasi Tersangka Pakai Ular, Polda Papua Meminta Maaf
Twitter @VeronicaKoma
Video pihak kepolisian melakukan interogasi terhadap pelaku jambret dengan menggunakan ular. 

Laporan Reporter Warta Kota, Gede Moenanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah video yang menunjukkan cara kepolisian Papua untuk mendapatkan pengakuan dari tersangka menjadi percakapan hangat bahkan jadi perhatian masyarakat dunia.

Polisi disebutkan punya alasan untuk melakukan tindakan penyiksaan psikis paling mengerikan itu dengan tujuan untuk mendapatkan pengakuan dari tersangka kriminalitas.

Namun, interogasi dengan menggunakan ular itu memang belum terpikirkan bisa dilakukan sedemikian rupa hanya demi mendapatkan pengakuan dari tersangka.

Juru bicara Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal sebagaimana video yang diunggah Al Jazeera English, Polda Papua memang sudah meminta maaf atas tindakan berlebihan itu. "Kami mohon maaf atas tindakan itu," katanya.

Namun, Ahmad Mustofa Kamal memberikan alasan di balik tindakan yang sangat mengerikan itu. "Harap diketahui, ular itu memang digunakan untuk mendapatkan pengakuan karena memang pelaku tidak mau mengakui perbuatannya," katanya.

Namun, sebenarnya polisi hanya menakut-nakuti korban bukan serius ingin melukainya. "Ular itu tidak berbisa," kata Ahmad Mustofa Kamal.

Meski demikian, tindakan untuk meneror korban yang merupakan pelaku kejahatan itu memang sangat menakutkan bahkan kalau yang diinterogasi itu mempunyai sakit dalam atau sakit jantung bisa saja tewas karena tindakan tersebut.

Baca: Jusuf Kalla Tentang Harga Tiket Pesawat Naik: Kalau Tarifnya Murah Banyak Airline yang Tutup

Meski upaya yang dilakukan petugas adalah untuk menumpas kejahatan, tapi upaya yang berlebihan tidak dapat dibenarkan.

Interogasi dengan seekor ular meski tidak berbisa jelas merupakan tindakan yang bisa membuat seseorang yang takut ular meski ketika melakukan kejahatan itu sangat kejam, tapi tidak bisa dibenarkan.

Baca: Prabowo Akan Ungkap Berbagai Kegagalan Pemerintahan Jokowi di Debat Kedua

Tersangka yang diinterogasi itu diketahui merupakan seorang pencuri telepon selular atau ponsel yang sering dialami warga.

Polisi kesulitan untuk mendapatkan pengakuan tersangka, sehingga kemudian melakukan tindakan mengerikan itu. Ular mengerikan itu kemudian direngkuh polisi. Kepalanya didekatkan ke mulut pelaku dengan tujuan meneror dia agar segera mengaku.

Dalam video mengerikan itu, tersangka kejahatan menjerit-jerit saking takutnya. Dia berteriak minta tolong dan minta ampun.

Sementara, terdengar suara diduga oknum petugas yang tertawa sangat keras menyaksikan korban yang setengah mati ketakutan itu.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved