Andi Arief Terjerat Narkoba

TKN: Nanti Ada Orang Telat Nikah Dibilang Salahnya Jokowi Lagi

"Kalau semua salahnya Jokowi, ya kacau lah," tambah Anggota Komisi II DPR ini.

TKN: Nanti Ada Orang Telat Nikah Dibilang Salahnya Jokowi Lagi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo menyapa warga saat mengunjungi Lippo Plaza Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (1/3/2019). Dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Tenggara, Presiden Joko Widodp menyempatkan mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Kendari dan membeli tiga buah kaos brand lokal. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Achmad Baidowi menilai keliru pandangan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief merupakan korban dari kegagalan pemerintah memberantas peredaran narkoba.

"Nanti ada orang telat nikah dibilang salahnya Jokowi," ujar Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini kepada Tribunnews.com, Selasa (5/3/2019).

"Kalau semua salahnya Jokowi, ya kacau lah," tambah Anggota Komisi II DPR ini.

Awi mengatakan, Arif Poyuono harusnya perlu melihat secara objektif bagaimana pemberantasan narkoba di era pemerintahan Jokowi.

"Para terpidana mati kasus narkoba dieksekusi di era siapa?" demikian ia balik bertanya.

"Justru Jokowi yang perintahkan untuk eksekusi," tegasnya.

Baca: Kader Demokrat Protes Judul ILC Soal Andi Arief, Rustam Ibrahim Sebut TKN Jokowi Rugi Bila Hadir

Ketegasan sikap ini, lanjut dia, sekaligus membuktikan Jokowi tidak main-main dengan barang haram narkoba.

"Lha ini lucu, anggota penting di BPN Prabowo-Sandi yang tertangkap narkoba kok malah Jokowi yang disalahkan. Kemana aja Arif Poyuono kok tidak mengingatkan ataupun menjaga pergaulan para koleganya agar tidak terjerat narkoba," kritiknya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief merupakan korban dari kegagalan pemerintah memberantas peredaran narkoba.

"Andi Arief cuma jadi Korban kegagalan Pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan Narkoba di Indonesia," kata Arief lewat pesan singkat, Senin (4/3/2019).

Tanpa menunjukkan data, Arief menyebut bahwa peredaran narkoba makin meningkat pada pemerintahan Jokowi. Hal itu makin mengancam generasi di Indonesia.

Arief pun meminta kasus yang menjerat Andi ini tak perlu dipolitisasi.

"Yang pasti Andi Arief itu korban dan mungkin pengkomsumsi narkoba maka Andi Arief harus segera di rehabilitasi saja," kata dia.

"Tidak perlu dipolitisasi karena itu bukan cara untuk menyembuhkan Andi Arief yang merupakan korban dari ketergantungan narkoba," kata dia.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved