Bentuk Solidaritas dan Ungkapan Duka Cita,  Lampu Gerbang Kemayoran Bertema Bendera Selandia Baru

Masyarakat global mengecam dan mengutuk tindakan keji yang bertentangan dengan nilai-nilai agama tersebut

Bentuk Solidaritas dan Ungkapan Duka Cita,  Lampu Gerbang Kemayoran Bertema Bendera Selandia Baru
Istimewa/dok PPK Kemayoran
Bentuk Solidaritas dan Ungkapan Duka Cita, PPK Kemayoran Nyalakan Lampu Gerbang Kemayoran Bertema Bendera Selandia Baru 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa teror penembakan pada umat Islam ketika shalat Jumat yang terjadi di Mesjid Al Noor dan Mesjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) mengundang kecaman dan reaksi dunia.

Masyarakat global mengecam dan mengutuk tindakan keji yang bertentangan dengan nilai-nilai agama tersebut.

Tidak satupun ajaran agama yang membenarkan tindakan tanpa rasa perikemanusiaan tersebut yang telah merenggut nyawa-nyawa korban tanpa alasan.

Menanggapi kejadian tersebut, ucapan serta dukungan dari berbagai belahan dunia mengalir sebagai ungkapan rasa duka cita untuk korban dan keluarganya yang tidak bersalah.

Tidak terkecuali, PPK Kemayoran sebagai pengelola kawasan Kemayoran menunjukkan rasa simpati dan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban aksi mengerikan tersebut.

Sebagai wujud dukungan solidaritas dan ungkapan duka cita, PPK Kemayoran menampilkan warna bendera negara Selandia Baru pada lampu artistik di pintu gerbang kawasan PPK Kemayoran selama beberapa hari kedepan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PPK Kemayoran, Medi Kristianto.

“Sebagai bentuk rasa keprihatinan kita atas perbuatan biadab dan tidak berperikemanusiaan di Selandia Baru, malam ini sampai beberapa hari ke depan PPK Kemayoran akan menyalakan lampu artistik di Gerbang Kemayoran senada dengan bendera Selandia Baru”, ujar Medi Kristianto melalui pesan singkat Whatsapp.

Aksi teror yang terjadi pada pukul 13.40 waktu setempat ketika umat Islam bersiap untuk melaksanakan salat Jumat tersebut telah merenggut korban sebanyak 49 orang yang sedang beribadah di kedua masjid di Christchurch.

Aksi tersebut merupakan tindakan keji dan sangat mengejutkan.

Melalui kejadian ini, diharapkan agar seluruh umat beragama dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal-hal yang berpotensi mengurangi tingkat keamanan di lingkungan masing-masing.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved