Pemilu 2019

Terkait Pencairan Dana Santunan Bagi Petugas KPPS, KPU Bakal Lakukan Validasi Identitas

Arief Budiman mengatakan validasi tersebut akan dibuat dalam bentuk petunjuk teknis guna diverifikasi keluarga petugas KPPS.

Terkait Pencairan Dana Santunan Bagi Petugas KPPS, KPU Bakal Lakukan Validasi Identitas
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Arief Budiman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPU RI Arief Budiman menyebut pihaknya bakal melakukan validasi data terkait petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mengalami musibah.

Hal tersebut dilakukan seiring dengan disetujuinya besaran dana santunan yang akan diberikan oleh Kementerian Keuangan.

Arief Budiman mengatakan validasi tersebut akan dibuat dalam bentuk petunjuk teknis guna diverifikasi keluarga petugas KPPS.

"Misalnya kalau KPPS yang meninggal, dia meninggalnya kapan, ahli warisnya siapa, tinggalnya di mana, dan benar atau tidak dia penyelenggara Pemilu 2019," kata Arief Budiman di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Baca: Presiden Joko Widodo Putuskan Ibu Kota Pindah ke Luar Pulau Jawa

Untuk petugas KPPS yang sakit, dikatakan Arief, harus diklarifikasi terlebih dahulu apa penyebabnya.

"Sakitnya apa, sejak kapan, dirawat di mana, dan sebagainya. Juknisnya (petunjuk teknis) sedang kami buat," kata Arief Budiman.

Arief Budiman menyebut dana santunan yang akan diambil dari sisa anggaran penyelenggaraan Pemilu 2019 masih mencukupi.

Baca: Update KPU: Hingga Senin 29 Maret 2019 Tercatat 304 Petugas Pemilu Meninggal Dunia, 2.209 Sakit

"Semoga cukup. Nanti kan kita hitung semua berapa banyaknya. Kalau untuk yang meninggal, insyaallah cukup, tapi kan yang sakit jumlahnya tambah terus," ungkap dia.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menyetujui usulan KPU RI perihal pemberian dana santunan bagi para penyelenggaran Pemilu yang mengalami kecelakaan kerja di Pemilu 2019.

Baca: Dua Partai Biru Diprediksi Tinggalkan Prabowo, Merapat ke Jokowi

Halaman
123
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved