Kata Maruarar Soal Tujuan Adanya Ketua Harian dan Wakil Ketua Umum PDIP
Politikus PDIP Maruarar Sirait (Ara) mengatakan wacana pembentukan Ketua Harian dan Wakil Ketua Umum PDIP.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDIP Maruarar Sirait (Ara) mengatakan wacana pembentukan Ketua Harian dan Wakil Ketua Umum PDIP merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan soliditas partai.
Sebelumnya wacana pembentukan format baru struktur PDIP tersebut muncul dari mantan Sekjen PDIP Pramono Anung.
"Yang pasti dalam kerangka menyolidkan partai dan makin baik," kata Muruarar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (20/6/2019).
Namun menurut Ara, wacana pembentukan ketua harian dan wakil Ketua Umum PDIP diserahkan kepada kongres PDIP Agustus mendatang.
Baca: Dua Pemuda Ditangkap Saat Hendak Nyabu di Rumah Kosong
Baca: Penyidik Polri Tanya Novel Baswedan Soal Kasus e-KTP dan Rencana OTT Pengusaha Terkait Reklamasi
Baca: Polisi Buru Pelaku Pencurian Uang ATM Senilai Hampir Rp 100 Juta
Nantinya menurut Ara, dalam kongres, Megawati akan ditunjuk sebagai formatur tunggal.
Artinya Megawati sendiri yang akan menyusun kepengurusan DPP PDIP.
"Saya pikir mba Mega akan mendengar, yakin dalam kongres akan terpilih sebagai formatur tunggal yang akan menyusun struktur dan orangnya," katanya.
Terkait nama Puan Maharani dan Prananda Prabowo yang akan mengisi jabatan Ketua Harian atau Wakil Ketua Umum, Ara mengaku belum tahu.
Hal pasti struktur DPP PDIP nanti akan dibangun agar dapat meningkatan kinerja partai yang salah satunya menyokong pemerintahan Joko Widodo.
"Tentunya ada pemetaan dan target yang dilakukan. Tapi tadi PDIP bisa bersinergi dengan pemerintahan pak Jokowi. Kebutuhan tantangan soliditas, ini partai besar," katanya.
Aklamasi
Politikus PDIP Pramono Anung, mengatakan bahwa Megawati Soekarnoputri akan dipilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum dalam kongres PDIP Agustus mendatang.
Hal itu disampaikan Pramono sebelum menghadiri rapat pembahasan anggaran bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (18//6/2019).
Pasalnya menurut Pramono di bawah kepemimpinan Megawati, PDIP berhasil menjadi partai dengan suara terbanyak di Pemilu Legislatif.