Minggu, 31 Agustus 2025

Respons ‎Moeldoko Sikapi Informasi Soal 3 Persen Anggota TNI Terpengaruh Radikalisme

Moeldoko mengaku sudah mengetahui informasi soal 3 persen anggota TNI terpapar paham radikalisme

Editor: Adi Suhendi
Taufik Ismail/Tribunnews.com
Kepala Staf Presiden Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (18/6/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengaku sudah mengetahui informasi soal 3 persen anggota TNI terpapar paham radikalisme dan tidak setuju dengan ideologi Pancasila.

"Iya saya sudah baca tadi. Makanya saya akan konfirmasi dulu dasarnya apa, riset atau survei dari mana biar clear nantinya seperti apa," ucap Moeldoko‎ di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Baca: Respon Moeldoko Sikapi Keterangan Keponakan Mahfud MD dalam Persidangan di MK: Itu Pelintiran Ngawur

Baca: Ini Kata BPN Maupun KPU soal Keterangan Ahli di Sidang Sengketa Pilpres di MK

Baca: Kata Maruarar Soal Tujuan Adanya Ketua Harian dan Wakil Ketua Umum PDIP

Untuk diketahui data dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyebut sekitar 3 persen anggota TNI sudah terpapar radikalisme.

Atas hal ini, Menhan Ryamizard Ryacudu mengaku prihatin terhadap mereka yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila.

Keprihatinan ini disampaikan langsung oleh Ryamizard Ryacudu‎ saat memberikan sambutan di acara halalbihalal Mabes TNI, di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019).

Kembali Moeldoko menilai angka 3 persen anggota TNI yang terpapar radikalisme menurutnya itu jumlah yang cukup banyak dan harus diketahui penyebabnya.

"Nanti kita lihat lagi, sudah sejauh mana itu. Tapi pada dasarnya di TNI tegas. Kalau indikasinya sudah tidak bisa diperbaiki ya (dipecat), buang ke laut, kan begitu," ujarnya.

Respons Menhan

Kalangan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai didapati terpapar paham radikalisme.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu lalu mengaku prihatin terhadap dengan sekelompok tertentu yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi khilafah negara Islam.

Data Kementerian Pertahanan (Kemhan), sebanyak sekitar tiga persen anggota TNI yang sudah terpapar paham radikalisme dan tidak setuju dengan ideologi negara, Pancasila.

"Kurang lebih 3 persen, ada TNI yang terpengaruh radikalisme," ujar Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam sambutan pada acara halalbihalal Mabes TNI yang dilangsungkan di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019).

"Saya sangat prihatin, dengan hasil pengamatan yang dilakukan Kementerian Pertahanan baru-baru ini, tentang Pancasila. Pancasila itu kan perekat negara kesatuan ini. Rusaknya Pancasila, rusaknya persatuan kita. Hilangnya Pancasila, berarti hilangnga negara ini," kata Ryamizard.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini pun mengungkapkan alasannya menyampaikan keprihatinan di tengah-tengah berkumpulnya para anggota TNI aktif dan para purnawirawan.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat acara silahturahmi dan halal bihalal di Mabes TNI  Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019).
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat acara silahturahmi dan halal bihalal di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019). (Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com)
Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan