Suap Proyek PLTU Riau 1

Dirut PLN Sofyan Basir Hadiri Pemeriksaan Sebagai Saksi di Persidangan Idrus Marham

Dua orang saksi tersebut, yaitu Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan dan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir.

Dirut PLN Sofyan Basir Hadiri Pemeriksaan Sebagai Saksi di Persidangan Idrus Marham
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
kasus suap proyek PLTU Riau-1 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK menghadirkan dua orang saksi dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat mantan Menteri Sosial, Idrus Marham.

Dua orang saksi tersebut, yaitu Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan dan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir.

"Pada persidangan hari ini memanggil tiga saksi yang hadir dua. Saksi atas nama Supangkat Iwan Santoso dan Sofyan Basir," kata JPU pada KPK saat ditanya majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Selasa (12/2/2019).

Semula, terdapat tiga orang saksi yang dijadwalkan pada persidangan hari ini. Namun, Wasekjen Partai Golkar, Sarmuji, untuk sementara berhalangan hadir ke persidangan.

"Satu saksi sedang tes kesehatan di rumah sakit. Bisa hadir, tetapi menunggu," tambahnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa Idrus Marham bersama-sama dengan anggota Komisi VII DPR RI periode 2014-2019, Eni Maulani Saragih terlibat menerima uang Rp 2,25 Miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Baca: Mien Uno Bela Sandiaga, Zulhas: Wajar Ibu Sayang Anak

Johanes Kotjo merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources, Ltd (BNR, Ltd). Uang itu diberikan untuk proyek Independen Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1).

Dalam surat dakwaan itu, JPU pada KPK menyebut pemberian uang itu diduga agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Rencananya, proyek akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Semula, Kotjo melalui Rudy Herlambang selaku Direktur PT Samantaka Batubara mengajukan permohonan dalam bentuk IPP kepada PT PLN Persero terkait rencana pembangunan PLTU.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved