Pilpres 2019

Jokowi Dilaporkan Ke Bawaslu, Ma'ruf: Dewasalah Menyikapi Debat

Di dalamnya terdapat visi, misi, gagasan atau bahkan konfrontir. Kiai Ma'ruf menilai wajar corak warna dalam debat tersebut.

Jokowi Dilaporkan Ke Bawaslu, Ma'ruf: Dewasalah Menyikapi Debat
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin di pondok pesantren An Nawawi Tanara, Serang, Banten, Selasa (19/2/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menyayangkan laporan-laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) usai debat pemilihan presiden kedua pada Minggu (17/2/2019) lalu.

Menurut Ma'ruf, aduan-aduan itu tak seharusnya dibuat.

"Sebenarnya kalau kita dewasa itu enggak perlu dilapor-laporkanlah," kata Ma'ruf di pondok pesantren An Nawawi Tanara, Serang, Banten, Selasa (19/2/2019).

Proses debat sebaiknya dihormati sebagai salah satu medium kampanye.

Di dalamnya terdapat visi, misi, gagasan atau bahkan konfrontir. Kiai Ma'ruf menilai wajar corak warna dalam debat tersebut.

Sebaiknya, silang pendapat menjadi pembelajaran politik dan kematangan berpikir bagi masyarakat Indonesia.

"Kalau sedikit-sedikit dilaporkan ini bagaimana nanti? Debat dilaporkan, debat lagi dilaporkan lagi, ya enggak jalan-jalan," jelas Ma'ruf.

Meski demikian, ia tak ingin menghakimi salah atau benar laporan terkait debat.

Kewenangan itu terletak di Bawaslu. Jika ada yang menilai hal itu masuk tindak pidana, bisa juga melapor ke kepolisian.

Baca: KPK Hargai Tersangka Penganiayaan Gilang Sampaikan Permintaan Maaf

"Saya kira enggak ada masalah, orang melaporkan boleh saja," kata Ma'ruf.

Sikap Ma'ruf juga sama ketika ditanya mengenai laporan kompetitor tentang perseteruan di lokasi debat.

Meski Ma'ruf tak tahu soal pertengkaran antara tim sukses pasangan calon nomor urut 01 dan 02, ia menyerahkan hal itu pada Bawaslu.

"Tapi artinya ada salurannya lah, kalau ada yang tidak puas, mungkin karena ada perlakuan (yang kurang pantas), ada yang berwenang (menindak lanjuti)," tandas Kiai Ma'ruf.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved