Mengenal Pesta Adat Rondang Bittang Simalungun

Kabupaten Simalungun menggelar pesta budaya pesta Rondang Bittang (PRB) sejak Sabtu hingga Kamis (22-27/6/2013).

Mengenal Pesta Adat Rondang Bittang Simalungun
doolee-pestabudaya.blogspot.com

Tribunnews.com - Kabupaten Simalungun menggelar pesta budaya pesta Rondang Bittang (PRB) yang berlangsung di Nagori Seribu Dolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sejak Sabtu hingga Kamis (22-27/6/2013).                

Pesta budaya itu dibuka oleh Bupati Simalungun JR Saragih bertempat di Lapangan Umum, Nagori Seribu Dolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sabtu (22/6/2013). Bupati JR Saragih dalam sambutannya mengatakan, PRB merupakan pesta kebudayaan masyarakat Simalungun yang dulu disebut ‘Pesta Pariama’ (pesta muda-mudi). Pesta ini biasa dilaksanakan setelah panen raya.

"Masa lalu, para lehurur dalam setiap melaksanakan panen hasil-hasil pertanian selalu dilakukan dengan cara bergotong-royong, dan selesai panen mereka mengadakan pesta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan berkat kepada umatnya berupa hasil panen yang melimpah," jelas Bupati JR Saragih.

"Dalam pelaksanaan pesta ini, selalu dilaksanakan menari bersama (Manortor) dengan mengenakan pakaian adat Simalungun, sekaligus melaksanakan pertandingan olahraga tradisional dalam rangka melestarikan budaya," lanjutnya.

Oleh karena itu, kata Saragih, PRB adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan. Karena memiliki nilai budaya bergotong-royong dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan sekaligus dalam rangka melestarikan adat istiadat dan budaya Simalungun.

Bupati JR Saragih kemudian berharap pelaksanaan PRB tidak sekadar seremonial, tetapi harus dilaksanakan dengan sesungguhnya, sehingga nilai budaya yang ada dapat diwariskan kepada para generasi muda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Simalungun Karshell Sitanggang menyebutkan, selama pelaksanaan PRB ke-28 ini, sejumlah atraksi seni budaya akan diperlombakan yaitu hagualon, tor-tor sombah, huda-huda (toping-toping), taur-taur dan urdou-urdou, sordam, tulila, sulim, ilah, tor usihan, lomba busana Simalungun yakni pakaian adat Simalungun modern (modifikasi) dan tradisional (marabit datas), lomba cipta lagu dan pameran.

Sementara itu, olahraga tradisional yang dipertandingkan di antaranya margalah, merjelengkat dan marlittun.

Kharsell menyampaikan, sebelum pelaksanaan PRB pemerintah bersama para tokoh adat Simalungun melaksanakan ziarah ke makam Raja Marpitu Simalungun sejak Senin-Rabu (17-19 Juni 2013).

"Ini kita laksanakan sebagai tradisi masyarakat Simalungun untuk menghormati sekaligus mohon doa restu kepada tetua adat masyarakat Simalungun agar berkenan dengan pelaksanaan PRB," katanya.

Sebelum acara ini dibuka, digelar terlebih dahulu upacara maranggir, yaitu acara adat yang bertujuan untuk  membersihkan seluruh tubuh, hati dan pikiran.

Tags
Simalungun
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help