• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pengungsi Korban Longsor Bedungan Alam Way Ela Butuh Makanan Bayi

Jumat, 26 Juli 2013 11:55 WIB
Pengungsi Korban Longsor Bedungan Alam Way Ela Butuh Makanan Bayi
TRIBUNNEWS/Istimewa
Rumah salah seorang warga tergenang air akibat longsornya bendungan alam Bendungan Way Ela, Maluku Tengah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengungsi korban longsornya Bendungan Alam Way Ela, Maluku Tengah, kekinian sangat membutuhkan makanan bayi, selimut, pembalut dan popok bayi.

Pengungsi juga memerlukan genset untuk penerangan, sarung, juga makanan instan, air bersih, pakaian layak pakai dan hunian sementara.

Relawan PKPU Maluku, Edi Irfan Elis yang kini berada di Maluku kepada Tribunnews mengatakan, selain bantuan dari PKPU, ada di antaranya bantuan  pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Barang bantuan itu berupa tenda, dan dapur umum. "Tapi sampai sekarang masih banyak pengungsi yang tidur dalam tenda terbuka dan tanpa penerangan lampu," katanya, Jumat (26/7/2013).

Ia menjelaska, wilayah yang paling parah terkena longsoran adalah kampung Arwow Pancalan, Desa itu, hancur total. Sedikitnya 3 warga desa itu meninggal dunia, sedangkan puluhan lainnya dinyatakan hilang.

"Semua bangunan yang tersapu banjir. Mulai dari rumah, sekolah, musholah maupun fasilitas publik terbawa air dan tidak berbekas," katanya.

Way Ela adalah bendungan alami yang terbentuk pada 13/7/2012 akibat longsoran tebing yang menutup alur sungai di desa Negeri Lima, Kec. Leyhitu, Kab. Maluku Tengah.

Panjang bendungan 1100 m, lebar 300 m, dan kedalaman 35 m. Volume sekitar 19,8 juta meter kubik. Hampir 20 kali lipat daripada volume air Situ Gintung.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Reza Gunadha
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas