Sabtu, 30 Agustus 2025

Mahasiswa Baru Dipukuli karena Tolak Miras dari Senior

Mahasiswa baru dianiaya kakak angkatannya, setelah menolak meminum minuman keras yang ditawarkan.

zoom-inlihat foto Mahasiswa Baru Dipukuli karena Tolak Miras dari Senior
net
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Puthut Ami Luhur

TRIBUNNEWS.COM – Seorang mahasiswa baru jurusan Kerajinan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sidik Citra Nurgita (20), dianiaya karena tidak mengikuti malam keakraban (makrab). Dia dianiaya oleh kakak angkatannya yang menjadi panitia kegiatan tersebut, setelah menolak meminum minuman keras yang ditawarkan.

Sidik, menceritakan pada Kamis (31/10/2013) malam dikumpulkan dari pukul 15.00 WIB sampai sekitar sehabis Isya kemudian dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Selain dia, ada sembilan mahasiswa baru lainnya yang juga tidak mengikuti makrab di kampusnya. Lima orang diantaranya perempuan dan lima lainnya termasuk dia laki-laki.

Para mahasiswa baru tersebut dikumpulkan di depan Gedung Kuliah (GK) 15 dan yang laki-laki tetap berada di tempat tersebut setelah dipisahkan dengan perempuan. "Habis Isya diberi pembekalan di halaman gedung," kata Sidik di Kantor Ombudsman Republik Indonesia perwakilan DIY-Jateng, Jumat (1/11/2013).

Mahasiswa yang mukim di Samigaluh, Kulonprogo tersebut, menceritakan pembekalan yang diberikan berupa tes mental. Pembekalan dilakukan memberi pertanyaan dari kakak angkatan yang disampaikan dengan membentak. Pertanyaan, seputar mengapa tidak mengikuti makrab dan asal sekolah.

Saat memberikan pembekalan, ada mahasiswa yang memegang botol minuman keras. Mengetahui Sidik berasal dari Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) yang saat ini berubah menjadi SMK Negeri 3 Kasihan Bantul, seorang mahasiswa semester 5 jurusan seni rupa dan kriya berinisial A menawari minuman keras tersebut.

"Oh kamu dari SMSR, biasanya dari sana suka minum," ujar Sidik menirukan mahasiswa berinisial A tersebut.

Merasa tidak suka dan tidak pernah minum-minuman keras, Sidik pun menolaknya mentah-mentah. Mahasiswa yang masuk ke UNY melalui jalur bidikmisi terus menolak paksaan mahasiswa berinisial A tersebut. Dia lalu didorong-dorong sampai terpicu emosinya dan mengumpat kakak kelasnya tersebut.

Tiba-tiba, dari arah belakang ada yang memukulnya dan Sidik pun membalasnya. Setelah beberapa saat seseorang melerai pertikaian tersebut. Orang tersebut menyatakan kepadanya permasalahan tersebut harus diselesaikan malam itu atau kemudian hari Sidik mendapatkan masalah. Sidik juga ditantang untuk satu lawan satu dengan mahasiswa berinisial A tersebut.

"Milih damai atau diteruskan," tambah Sidik menirukan perkataan orang yang tidak dikenalnya tersebut.

Merasa terdesak karena ada 30-an orang yang ada di sekitar lokasi, Sidik akhirnya memilih berdamai dengan orang yang menganiayanya tersebut.

Setelah mengalami penganiayaan karena merasa pusing-pusing, ia lalu memberitahukan perihal yang dialaminya kepada guru tempatnya bersekolah dahulu. Berikutnya ia diantar ke RS PKU Muhammadiyah untuk mendapatkan visum. Sidik mengalami pemukulan di punggung dan masih tampak jelas beberapa luka di pinggang dan leher.

Saat di kantor Ombudsman, dia menceritakan tidak bisa mengikuti makrab karena mewakili sekolahnya ke ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional. Ia mengaku telah mendapatkan surat dispensasi dari Dinas Pendidikan dan Olaharaga setempat dan dari sekolahnya berasal utuk tidak mengikuti makrab.

"Sebelum kejadian semalam, saya dan teman yang tidak mengikuti makrab juga sudah mendapat hukuman menggelar pameran. Pameran tersebut sudah dilaksanakan dan kami mengira persoalan selesai," tutur Sidik.

Kepala SMK Negeri 3 Kasihan Rakmat Supriyono yang mendampingi Sidik, membenarkan pada 22-27 September 2013 mantan anak didiknya tersebut mewakili DIY mengikuti LKS di bidang melukis dan mendapatkan juara 1 nasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan